INSTRUKSI Megawati, Puluhan Kader PDIP Tanam Pohon di Tapanuli Tengah

Penanaman pohon dilakukan setelah memberikan bantuan ke berbagai sekolah, trauma healing, dan peringatan HUT Ke-79 Megawati bersama warga Tapteng.

|
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN MEDAN/Doc PDI Perjuangan
Kader PDI Perjuangan melakukan penanaman pohon di Tapanuli Tengah, 24 Januari 2026, sebagai komitmen merawat alam. Kegiatan ini juga merupakan perintah langsung dari Ketum Megawati Soekarnoputri kepada kader se-Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan kader PDI Perjuangan melakukan penanaman pohon di Tapanuli Tengah, 24 Januari 2026, sebagai arahan langsung Ketum Megawati Soekarnoputri dalam rakernas, beberapa waktu lalu.

Penanaman pohon dilakukan setelah memberikan bantuan ke berbagai sekolah, trauma healing, dan peringatan HUT Ke-79 Megawati Soekarnoputri bersama warga Tapteng.

"Ibu Ketum menginstruksikan seluruh kader untuk merawat alam. Ini komitmen PDI Perjuangan," ucap anggota DPRD Sumut, Landen Marbun, setelah melakukan penanaman pohon bersama Bupati Masinton Pasaribu dan pengurus DPD yang lain.

"Kami juga tadi sudah memberikan bantuan di Masjid dan Gereja. Agar masyarakat bisa nyaman beribadah," sambung Landen.

Baca juga: PDIP Sumut sebut Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Kepentingan Elit Bukan Rakyat 

Puluhan kader PDI Perjuangan memang memiliki rangkaian panjang di Tapanuli Tengah demi mengetahui pasti kebutuhan warga pasca-bencana.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP juga hadir di antaranya Yasonna Laoly, Once Mekel, Ribka Tjiptaning dan lainnya.

Once Mekel sempat menyanyikan sejumlah lagu bersama warga pengungsian serta memotivasi pengungsi untuk tetap bersemangat melanjutkan kehidupan.

Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, menyebut ini kehadiran 'kader banteng' di Tapteng atas perintah langsung Ketum Megawati Soekarnoputri.

Ia menyampaikan bahwa Megawati turut menitipkan bantuan uang tunai kepada korban bencana di Desa Hutanabolon, Tapteng.

Bantuan sebesar Rp 1 juta untuk setiap rumah dengan total Rp 598 juta.

Sisi terpisah, sejumlah persoalan disampaikan warga dalam dialog terbuka, termasuk krisis air bersih pasca-bencana. 

Yasonna Laoly mengatakan pihaknya telah mengusulkan pembangunan sumur bor kepada kementerian terkait untuk mengatasi kebutuhan dasar tersebut.

Selengkapnya saksikan video:

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved