Selasa, 30 Juni 2026

TRIBUN WIKI

Sejarah Raja Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon, Perjuangan dan Misreri Makamnya

Fakta sejarah dan tradisi lisan mengenai Raja Sisingamangaraja XII yang makamnya disebut ada di Sionom Hudon.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest/KITLV
DITANGKAP BELANDA- Keluarga Sisingamangaraja ke-12 yang ditangkap oleh pasukan marsose (marechausse) yang dipimpin oleh Kapten Hans Christoffel. Sisingamangaraja tewas di tempat persembunyiannya di hutan di daerah Pea Radja pada sore hari tanggal 17 Mei 1907. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Nama Raja Sisingamangaraja XII telah lama dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Tidak hanya dihormati sebagai pemimpin spiritual masyarakat Batak, ia juga dikenang sebagai pejuang yang memimpin perlawanan panjang terhadap kolonial Belanda hingga gugur pada 17 Juni 1907 di kawasan Aek Sibulbulon, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Atas jasa-jasanya, Presiden Soekarno menetapkan Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 1961.

Baca juga: Rahasia Konstruksi Rumah Adat Batak Toba, Berdiri Kokoh Tanpa Pondasi dan Sarat Makna Filosofis

Sosoknya dikenal memperjuangkan kebebasan rakyat, menolak segala bentuk penindasan, serta mempertahankan tanah air dari kekuasaan kolonial.

Hingga kini, perjuangan dan keteladanannya masih menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia.

Di balik kisah perjuangannya, terdapat cerita menarik yang hidup di tengah masyarakat Sionom Hudon, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Wilayah ini dipercaya memiliki hubungan yang sangat erat dengan perjalanan hidup Sisingamangaraja XII, bahkan menyimpan berbagai cerita turun-temurun mengenai perjuangan terakhir hingga keberadaan makam sang raja.

Baca juga: Daftar Makanan Khas Batak Toba Halal yang Bikin Penikmatnya Ketagihan

Pengunjung sambangi lokasi sumber mata air peninggalan Raja Sisingamangaraja XII
Pengunjung sambangi lokasi sumber mata air peninggalan Raja Sisingamangaraja XII (TRIBUN MEDAN/ MAURITS)

Hubungan Erat Sisingamangaraja XII dengan Sionom Hudon

Menurut Fernando Nahampun dalam buku "Kisah Perjuangan Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon", kawasan Sionom Hudon menjadi salah satu basis penting perjuangan Sisingamangaraja XII selama menghadapi tekanan pasukan kolonial Belanda.

Masyarakat setempat meyakini bahwa selama kurang lebih dua dekade, Sisingamangaraja XII pernah mendapatkan perlindungan dari para pemimpin adat di wilayah tersebut.

Dari kawasan inilah berbagai strategi perjuangan disusun bersama para panglima dan tokoh masyarakat yang setia mendampingi beliau.

Baca juga: Cerita Jim Seniman Medan, Lukis Naga Padoha yang Berasal dari Batak Toba di Konsorsium, Ini Maknanya

Hubungan itu tidak lepas dari sejarah panjang berdirinya wilayah Sionom Hudon yang sejak dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Kelasen.

Asal Usul Nama Sionom Hudon

Sejarah lokal menyebutkan bahwa pendiri wilayah Kelasen adalah Tuan Nahodaraja, seorang tokoh yang berasal dari Pulau Samosir dan kemudian membuka perkampungan baru di kawasan yang kini menjadi Kecamatan Parlilitan.

Tuan Nahodaraja dikenal sebagai perintis kampung sekaligus pemimpin wilayah.

Dalam tradisi masyarakat setempat, beliau memiliki delapan orang anak dari dua istri.

Baca juga: Profil dan Biodata Olivia Pardede, Penyanyi Berdarah Batak Toba yang Tampil di Hadapan Jokowi

Namun hanya enam garis keturunan laki-laki yang kemudian menjadi penerus marga dan memperoleh pembagian wilayah adat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Selasa, 30 Juni 2026 | 00:00 WIB
Brazil
Brasil
2 - 1
Japan
Jepang
Round of 32 - Babak 32 Besar
Selasa, 30 Juni 2026 | 03:30 WIB
Germany
Jerman
1 - 1
Paraguay
Paraguay
Round of 32 - Babak 32 Besar
Selasa, 30 Juni 2026 | 08:00 WIB
Netherlands
Belanda
1 - 1
Morocco
Maroko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved