TRIBUN WIKI
Sejarah Raja Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon, Perjuangan dan Misreri Makamnya
Fakta sejarah dan tradisi lisan mengenai Raja Sisingamangaraja XII yang makamnya disebut ada di Sionom Hudon.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Nama Raja Sisingamangaraja XII telah lama dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
Tidak hanya dihormati sebagai pemimpin spiritual masyarakat Batak, ia juga dikenang sebagai pejuang yang memimpin perlawanan panjang terhadap kolonial Belanda hingga gugur pada 17 Juni 1907 di kawasan Aek Sibulbulon, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Atas jasa-jasanya, Presiden Soekarno menetapkan Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 1961.
Baca juga: Rahasia Konstruksi Rumah Adat Batak Toba, Berdiri Kokoh Tanpa Pondasi dan Sarat Makna Filosofis
Sosoknya dikenal memperjuangkan kebebasan rakyat, menolak segala bentuk penindasan, serta mempertahankan tanah air dari kekuasaan kolonial.
Hingga kini, perjuangan dan keteladanannya masih menjadi bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia.
Di balik kisah perjuangannya, terdapat cerita menarik yang hidup di tengah masyarakat Sionom Hudon, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Wilayah ini dipercaya memiliki hubungan yang sangat erat dengan perjalanan hidup Sisingamangaraja XII, bahkan menyimpan berbagai cerita turun-temurun mengenai perjuangan terakhir hingga keberadaan makam sang raja.
Baca juga: Daftar Makanan Khas Batak Toba Halal yang Bikin Penikmatnya Ketagihan
Hubungan Erat Sisingamangaraja XII dengan Sionom Hudon
Menurut Fernando Nahampun dalam buku "Kisah Perjuangan Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon", kawasan Sionom Hudon menjadi salah satu basis penting perjuangan Sisingamangaraja XII selama menghadapi tekanan pasukan kolonial Belanda.
Masyarakat setempat meyakini bahwa selama kurang lebih dua dekade, Sisingamangaraja XII pernah mendapatkan perlindungan dari para pemimpin adat di wilayah tersebut.
Dari kawasan inilah berbagai strategi perjuangan disusun bersama para panglima dan tokoh masyarakat yang setia mendampingi beliau.
Baca juga: Cerita Jim Seniman Medan, Lukis Naga Padoha yang Berasal dari Batak Toba di Konsorsium, Ini Maknanya
Hubungan itu tidak lepas dari sejarah panjang berdirinya wilayah Sionom Hudon yang sejak dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Kelasen.
Asal Usul Nama Sionom Hudon
Sejarah lokal menyebutkan bahwa pendiri wilayah Kelasen adalah Tuan Nahodaraja, seorang tokoh yang berasal dari Pulau Samosir dan kemudian membuka perkampungan baru di kawasan yang kini menjadi Kecamatan Parlilitan.
Tuan Nahodaraja dikenal sebagai perintis kampung sekaligus pemimpin wilayah.
Dalam tradisi masyarakat setempat, beliau memiliki delapan orang anak dari dua istri.
Baca juga: Profil dan Biodata Olivia Pardede, Penyanyi Berdarah Batak Toba yang Tampil di Hadapan Jokowi
Namun hanya enam garis keturunan laki-laki yang kemudian menjadi penerus marga dan memperoleh pembagian wilayah adat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keluarga-Raja-Sisingamangaraja-XII.jpg)