Berita Medan
Cerita Jim Seniman Medan, Lukis Naga Padoha yang Berasal dari Batak Toba di Konsorsium, Ini Maknanya
Jim terlihat sibuk memilah dan memilih warna apa yang cocok untuk seekor naga padoha.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Seorang Seniman asal Medan, Jim mengaku senang dan bersyukur bisa terlibat di acara konsorsium Seniman Medan di Taman Budaya Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (24/1/2025).
Pantauan Tribun Medan, Jim membuat sebuah karya lukisan seekor Naga Padoha.
Jim terlihat sibuk memilah dan memilih warna apa yang cocok untuk seekor Naga Padoha.
Bukan hanya itu Jim juga melukis sejumlah orang di atas Naga Padoha tersebut.
Diceritakan Jim, Naga Padoha ini adalah binatang yang cukup memiliki filosofi bagi kalangan masyarakat Batak Toba.
"Saya senang bisa bergabung di acara konsorsium dan hari ini saya memberikan sebuah karya lukis untuk acara ini. Yakni lukisan Naga Padoha," ucapnya saat ditemui Tribun Medan, Jumat (24/1/2025).
Menurut Jim, ia melukis seekor Naga Padoha karena saat ini banyak masyarakat yang melupakan adat istiadat dan budaya tradisional yang dimiliki di setiap daerah di Sumut.
"Naga Padoha ini satu binatang yang cukup memiliki filosofi yang bagus. Tujuan saya menggambar ini, agar masyarakat tetap menerapkan budaya tradisional serta adat istiadat," ucapnya.
Diterangkan Jim, saat ini banyak masyarakat yang sudah mengikuti globalisasi sampai melupakan kebudayaan dan adat istiadat yang dipunya.
"Saya berharap di tahun 2025 ini banyak masyarakat yang kembali melestarikan adat istiadat. Naga Padoha ini mengingatkan kita bahwa pentingnya melestarikan budaya dan adat istiadat," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Konsorsium Seniman Medan, Afroid mengatakan sebanyak 300 seniman di Kota Medan terlibat dalam acara ini.
Menurutnya, acara ini kembali diadakan setelah beberapa tahun belakangan ditiadakan. Tujuan dari acara ini adalah untuk menunjukkan ke masyarakat seniman bukanlah pengganggu.
"Acara ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2025 mendatang. ada berbagai program kebudayaan yang diadakan di sini yang terbuka untuk umum dan gratis," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah kegiatan yang akan diadakan itu adalah lokakarya festival, April Move hingga Medan Film Festival.
"Kegiatan konsorsium ini kembali kita adakan, dengan tujuan menunjukkan Seniman itu tidak mengganggu. Kegiatan ini juga telah didukung oleh Pemko Medan. Diharapkan kegiatan ini bisa berjalan maksimal," terangnya.
Diketahui, konsorsium Medan kali ini bertemakan Culture Fest dimana di dalamnya ada sebanyak 13 program kalender kebudayaan di tahun 2025.
(Cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Bareng Warga, Wali Kota Medan Nobar Piala Dunia di Kota Tua Kesawan: Sebenarnya Saya Spanyol |
|
|---|
| Kapolsek Medan Tembung Ungkap Kronologi Remaja Jadi Korban Pembacokan, Ternyata Tawuran Para Dewasa |
|
|---|
| Lebaran Muharram, Anak Yatim dan Dhuafa Ditemani Wali Kota Berburu Pakaian Baru |
|
|---|
| Warga Resah, Aksi Tawuran Antar Kelompok Pemuda di Perumnas Mandala, Kembali Makan Korban |
|
|---|
| Medan Buka Kerja Sama dengan Qingyuan China, Rico Waas Fokus Pendidikan dan Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seorang-Seniman-asal-Medan-Jim-saat-melukis-seekor-Naga-Padoha.jpg)