PENERBITAN PANDA BOND- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan Panda Bond. Panda Bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan (renminbi) oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China.
Prosesnya melibatkan persetujuan regulator China seperti China Interbank Bond Market atau People's Bank of China, dan dana yang terkumpul bisa digunakan untuk proyek infrastruktur atau kebutuhan fiskal.
Pada 10 November 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Langkah ini dinilai Purbaya penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang tengah menghadapi tekanan global. (KOMPAS.com/RAHEL) (KOMPAS.com/RAHEL)
Keuntungan dan Tantangan
Keuntungan
Bagi penerbit:
Memperoleh dana langsung dalam renminbi, sehingga menghindari risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar mata uang.
Membuka akses ke pasar modal terbesar kedua di dunia, yang memiliki jumlah dana yang cukup besar.
Membangun hubungan dan meningkatkan kesadaran merek di kalangan investor dan lembaga di Tiongkok.
Bagi investor:
Memperoleh peluang investasi pada instrumen yang diterbitkan oleh entitas asing yang terpercaya, sehingga dapat mengurangi risiko investasi melalui diversifikasi.
Mendapatkan tingkat pengembalian yang sering kali lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan dalam negeri dengan tingkat risiko yang setara.
Berkontribusi pada pengembangan pasar keuangan dalam negeri dan peningkatan peran renminbi di dunia internasional.
Tantangan
Bagi penerbit:
Aturan dan kebijakan pemerintah Tiongkok yang masih berubah-ubah dan kadang-kadang rumit untuk dipatuhi.
Persyaratan peringkat kredit yang cukup ketat, yang menyulitkan beberapa penerbit yang tidak memiliki reputasi internasional yang kuat.
Risiko terkait perubahan kebijakan ekonomi dan politik di Tiongkok yang dapat memengaruhi nilai dan kemampuan pembayaran obligasi.
Bagi investor:
Risiko yang berkaitan dengan situasi ekonomi dan politik di negara asal penerbit.
Keterbatasan informasi dan transparansi mengenai kondisi keuangan dan operasional penerbit asing.
Risiko perubahan nilai tukar mata uang meskipun obligasi dinyatakan dalam renminbi, terutama jika penerbit harus mengonversi pendapatannya dari mata uang lain ke renminbi untuk membayar utang.
Konteks Indonesia
Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bond pada semester II 2026 untuk diversifikasi pembiayaan dan menguatkan rupiah di tengah pelemahan terhadap dolar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah ini sebagai strategi menghindari "candu dolar", dengan target nominal setara triliun rupiah.
Langkah ini juga memperkuat hubungan bilateral dengan China.(ray/tribun-medan.com)