TRIBUN WIKI

Mengenal Panda Bond yang Bakal Diterbitkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Panda Bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan (renminbi) oleh entitas asing.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Instagram @pyudhisadewa
PENERBITAN PANDA BOND- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan Panda Bond. Panda Bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan (renminbi) oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan Panda Bond
  • Panda Bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan (renminbi) oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China
  • Instrumen ini memungkinkan pemerintah asing, lembaga multilateral seperti Bank Dunia atau Asian Development Bank, serta perusahaan luar negeri untuk menggalang dana dari investor China tanpa bergantung sepenuhnya pada dolar AS

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah berencana menerbitkan Panda Bond.

Ia akan menerbitkan Panda Bond pada Juni 2026 nanti. 

“Mungkin bulan depan (penerbitan Panda Bond), tetapi Pak Suminto sudah mengajak saya ke China,” kata Purbaya dikutip dari Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Apa Itu SnapBoost, Aplikasi yang Viral Disebut Investasi Bodong?

Lalu, apa sebenarnya Panda Bond ini?

Bagi sebahagian orang, istilah ini mungkin terdengar masih baru.

Namun, dalam dunia ekonomi dan keuangan, Panda Bond bukanlah hal yang baru.

Panda Bond berhubungan dengan masalah keuangan.

Baca juga: Apa Itu Bobibos? Apa Kandungannya dan Amankah untuk Mesin?

MENKEU- Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
MENKEU- Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram @purbayayudhi_official)

Mengenal Panda Bond

Panda Bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan dalam mata uang yuan (renminbi) oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China.

Instrumen ini memungkinkan pemerintah asing, lembaga multilateral seperti Bank Dunia atau Asian Development Bank, serta perusahaan luar negeri untuk menggalang dana dari investor China tanpa bergantung sepenuhnya pada dolar AS.

Baca juga: Apa Itu Siklon Narelle dan Dampaknya Terhadap Indonesia yang Picu Fenomena Langit Merah di Australia

Panda Bond pertama kali diperkenalkan pada 2005 oleh Asian Development Bank dan International Finance Corporation.

Nama "Panda" diambil dari hewan ikonik China, mengikuti tradisi penamaan obligasi asing seperti Yankee Bond (AS), Samurai Bond (Jepang), atau Bulldog Bond (Inggris).

Sejak peluncurannya, popularitas Panda Bond terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi China dan keterbukaan pasar obligasinya.

Baca juga: Apa Itu PT ATIC Tbk? Ignasius Jonan Mundur dari Jabatan Presiden Komisaris

Penerbitan dilakukan di bursa domestik China seperti Shanghai Stock Exchange atau Shenzhen Stock Exchange, dengan denominasi dalam yuan.

Investor utama adalah bank, dana pensiun, dan lembaga keuangan China yang mencari diversifikasi aset.

Prosesnya melibatkan persetujuan regulator China seperti China Interbank Bond Market atau People's Bank of China, dan dana yang terkumpul bisa digunakan untuk proyek infrastruktur atau kebutuhan fiskal.

Baca juga: Apa Itu Rukyatul Hilal? Ini 96 Titik Pemantauan Hilal di Indonesia, 2 Ada di Sumut

Pada 10 November 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Langkah ini dinilai Purbaya penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang tengah menghadapi tekanan global. (KOMPAS.com/RAHEL)
Pada 10 November 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah mempercepat pelaksanaan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Langkah ini dinilai Purbaya penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang tengah menghadapi tekanan global. (KOMPAS.com/RAHEL) (KOMPAS.com/RAHEL)

Keuntungan dan Tantangan

Keuntungan

  • Bagi penerbit:
    1. Memperoleh dana langsung dalam renminbi, sehingga menghindari risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar mata uang.
    2. Membuka akses ke pasar modal terbesar kedua di dunia, yang memiliki jumlah dana yang cukup besar.
    3. Membangun hubungan dan meningkatkan kesadaran merek di kalangan investor dan lembaga di Tiongkok.
  • Bagi investor:
    1. Memperoleh peluang investasi pada instrumen yang diterbitkan oleh entitas asing yang terpercaya, sehingga dapat mengurangi risiko investasi melalui diversifikasi.
    2. Mendapatkan tingkat pengembalian yang sering kali lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan dalam negeri dengan tingkat risiko yang setara.
    3. Berkontribusi pada pengembangan pasar keuangan dalam negeri dan peningkatan peran renminbi di dunia internasional.

Tantangan

  • Bagi penerbit:
    1. Aturan dan kebijakan pemerintah Tiongkok yang masih berubah-ubah dan kadang-kadang rumit untuk dipatuhi.
    2. Persyaratan peringkat kredit yang cukup ketat, yang menyulitkan beberapa penerbit yang tidak memiliki reputasi internasional yang kuat.
    3. Risiko terkait perubahan kebijakan ekonomi dan politik di Tiongkok yang dapat memengaruhi nilai dan kemampuan pembayaran obligasi.
  • Bagi investor:
    1. Risiko yang berkaitan dengan situasi ekonomi dan politik di negara asal penerbit.
    2. Keterbatasan informasi dan transparansi mengenai kondisi keuangan dan operasional penerbit asing.
    3. Risiko perubahan nilai tukar mata uang meskipun obligasi dinyatakan dalam renminbi, terutama jika penerbit harus mengonversi pendapatannya dari mata uang lain ke renminbi untuk membayar utang.

Konteks Indonesia

Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bond pada semester II 2026 untuk diversifikasi pembiayaan dan menguatkan rupiah di tengah pelemahan terhadap dolar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah ini sebagai strategi menghindari "candu dolar", dengan target nominal setara triliun rupiah.

Langkah ini juga memperkuat hubungan bilateral dengan China.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved