Hujan Meteor

Hujan Meteor Lyrid Bisa Disaksikan di Indonesia, BRIN Beri Bocoran Waktunya

Perhimpunan Astronomi Noor menyebut bahwa hujan meteor Lyrid bisa disakikan pada 21 hingga 23 April 2026.

Editor: Array A Argus
Pinterest
HUJAN METEOR- Ilustrasi hujan meteor Lyrid yang terjadi pada bulan April 2026. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada bulan April 2026, masyarakat dunia dapat menyaksikan peristiwa astronomi, seperti hujan meteor.

Satu diantara hujan meteor yang dapat disaksikan masyarakat dunia adalah hujan meteor Lyrid.

Hujan meteor Lyrid adalah fenomena langit tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu dan puing komet C/1861 G1 (Thatcher), menyebabkan partikel-partikel itu terbakar di atmosfer dan tampak seperti garis cahaya cepat di langit malam.

Baca juga: Apa Itu Siklon Narelle dan Dampaknya Terhadap Indonesia yang Picu Fenomena Langit Merah di Australia

FENOMENA LANGIT- Masyarakat dapat menyaksikan sejumlah fenomena langit pada tahun 2026. Satu diantara fenomena langit itu adalah hujan meteor.
FENOMENA LANGIT- Masyarakat dapat menyaksikan sejumlah fenomena langit pada tahun 2026. Satu diantara fenomena langit itu adalah hujan meteor. (Pinterest)

Lyrid dinamai dari rasi bintang Lyra, titik radian (asal tampak) meteor dekat bintang Vega; kecepatannya mencapai 47 km/detik dengan meteor terang dan kadang bola api.

Fenomena ini periodik setiap April (16-26), tercatat sejak 687 SM, menjadikannya hujan meteor tertua yang diamati manusia.

Menurut sejumlah astronom, seperti dilansir dari https://www.rmg.co.uk/, hujan meteor lyrid diperkirakan berlangsung sejak 14 April hingga 30 April, dengan puncak aktivitasnya terjadi pada malam 21 April hingga dini hari 22 April 2026.

Baca juga: Daftar Fenomena Langit atau Fenomena Astronomi April 2026

Penjelasan BRIN

Lalu, apakah masyarakat di Indonesia bisa menyaksikan fenomena astronomi hujan meteor Lyrid ini?

Menurut Pakar Astronomi dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, masyarakat Indonesia dapat menyaksikannya.

Lalu kapan waktunya?

Djamaluddin mengatakan, 

Baca juga: Viral Fenomena Langit Merah di Australia Barat, Siklon Tropis Narelle Jadi Penyebab

 waktu pengamatan hujan meteor Lyrids adalah pada Kamis, 23 April 2026.

"Hujan meteor Lyrids bisa diamati dari Indonesia pada dini hari malam Kamis, 23 April 2026 sampai sebelum matahari terbit," kata Thomas, Senin (20/4/2026) dilansir dari Kompas.com.

Dini hari merupakan periode setelah tengah malam hingga sebelum matahari terbit. Waktu matahari terbit di setiap wilayah berbeda-beda.

Baca juga: Hujan Meteor dan Beberapa Fenomena Langit di Tahun 2026

Misalnya, di wilayah Jakarta, menurut situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), waktu terbit matahari pada Senin, 20 April 2026 adalah 05.53 WIB.

HUJAN METEOR- Ilustrasi hujan meteor yang merupakan fenomena langit.
HUJAN METEOR- Ilustrasi hujan meteor yang merupakan fenomena langit. (Pinterest/Dark & Lost)

Pembentukan Meteor Lyrid

Live Science menyebut, bahwa hujan meteor Lyrids merupakan hasil dari debu dan puing-puing yang tertinggal di tata surya bagian dalam oleh Komet C/1861 G1 (Thatcher) yang mengorbit matahari setiap 415,5 tahun.

Baca juga: Fenomena Langit Supermoon 4 Desember 2025, Simak Penjelasannya Berikut Ini

Ketika Bumi melewati medan puing komet setiap tahun, hal itu menyebabkan meteor terbakar di atmosfer planet dan memberikan kesan "bintang jatuh" yang bergerak melintasi langit malam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved