TRIBUN WIKI
Puncak Hujan Meteor Geminid 13 dan 14 Desember 2025, Berikut Pandangan Islam Soal Hujan Meteor
Menurut pandangan Islam, hujan meteor atau hujan bintang merupakan bagian dari keagungan kekuasaan Allah S.W.T.
Ringkasan Berita:
- Febomena langit hujan meteor geminid akan mencapai puncaknya pada 13–14 Desember 2025
- Fenomena ini berasal dari debu asteroid 3200 Phaethon, menghasilkan meteor tebal berwarna putih kekuningan yang melesat cepat sekitar 35 km/detik
- Dalam pandangan Islam, meteor disebut sebagai “rujum” atau panah api
- Dalam beberapa ayat Al-Qur’an (QS. Al-Mulk, Asy-Syura, Ash-Shaffat, dan Al-Hijr) disebut sebagai penjaga langit yang melempar setan karena mencoba mencuri berita dari para malaikat
TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada bulan Desember 2025, bumi akan menyaksikan fenomena langit hujan meteor geminid.
Fenomena ini berasal dari puing-puing asteroid 3200 Phaethon yang unik, karena kebanyakan hujan meteor lain dari komet, menghasilkan meteor tebal, berwarna putih kekuningan, dan bergerak cepat hingga 35 km/detik.
Menurut informasi yang ada, puncak dari hujan meteor geminid dapat disaksikan pada 13 hingga 14 Desember 2025.
Baca juga: Ingin Saksikan Hujan Meteor Geminid di Bulan Desember 2025? Ini Waktu yang Tepat Menurut NASA
Kita dapat menyaksikannya langsung tanpa bantuan alat pukul 03.00 pagi.
Anda bisa menyaksikan hingga 75 meteor per jam jika kondisi langit cukup gelap.
Lantas, bagaimana pandangan Islam terhadap hujan meteor?
Pandangan Islam Terhadap Hujan Meteor
Islam memandang hujan meteor sebagai bagaian dari keagungan dan kekuasaan Allah S.W.T.
Meteor disebut sebagai "rujum" atau panah api dalam QS. Al-Mulk :5 dan QS. Asy-Syura:6-10.
Baca juga: Jangan Lewatkan! Malam Ini Puncak Hujan Meteor Leonid, Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang
Panah api ini berfungsi melempar setan yang mencoba mencuri berita dari langit yang sedang dibicarakan oleh para malaikat.
Fenomena ini menjaga kemurnian wahyu, karena sejak Nabi Muhammad SAW diutus, akses setan ke berita langit dibatasi ketat.
Dalam buku Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema yang disusun M Yusni Amru Ghazali Lc dkk, Alquran menyebutkan Allah SWT menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan menjadikannya pelindung dari setan yang mencoba mendengar rahasia langit. Dalam QS. Ash-Shaffat ayat 6-10 Allah berfirman:
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةِ الْكَوَاكِبِ وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
Baca juga: Mengenal Hujan Meteor Eta Aquarids yang Bisa Diamati dari Langit Indonesia
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang. Dan (Kami jadikan bintang-bintang itu) untuk menjaga langit dari setiap setan yang durhaka. Mereka tidak dapat mendengar apa yang dibicarakan para malaikat, dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka dan bagi mereka azab yang terus-menerus. Kecuali setan yang ingin menangkap suatu berita, maka dia dikejar oleh suluh api (meteor) yang menembus."
Ayat ini menunjukkan bahwa meteor merupakan panah api yang Allah kirimkan untuk menghalangi setan saat berusaha mencuri berita dari langit. Hal ini juga ditegaskan dalam QS. Al-Hijr ayat 18:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hujan-meteor-menurut-pandangan-islam.jpg)