Fenomena Langit
Daftar Fenomena Langit atau Fenomena Astronomi April 2026
6 fenomena langit atau fenomena astronomi yang bakal terjadi pada bulan April 2026.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Pada April 2026 nanti akan berlangsung sejumlah fenomena langit atau fenomena astronomi
- Beberapa diantara fenomena langit itu bisa dilihat tanpa bantuan alat teleskop
- Fenomena yang muncul di awal bulan adalah Pink Moon
- Fenomena langit lainnya yang dapat disaksikan pada bulan April 2026 adalah Merkurius Elongasi, Komet MAPS, Parade Planet, Konjungsi Bulan-Venus, dan Hujan Meteor Lyrid
TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada April 2026 nanti, bakal ada sejumlah fenomena langit yang dpat Anda saksikan langsung.
Beberapa fenomena astronomi yang akan terjadi antara lain Pink Moon, Merkurius Elongasi, Komet MAPS, Parade Planet, Konjungsi Bulan–Venus, hingga Hujan Meteor Lyrid.
Beragamnya peristiwa ini membuat para astronom, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, menantikan momen-momen tersebut.
Baca juga: Viral Fenomena Langit Merah di Australia Barat, Siklon Tropis Narelle Jadi Penyebab
Bulan April tahun ini juga dinilai ideal karena beberapa fenomena bisa dilihat langsung tanpa teleskop.
Salah satu yang paling dinantikan adalah Pink Moon, yaitu Purnama yang hadir pada awal April 2026.
Meskipun warnanya tidak benar-benar merah muda, cahaya Bulan yang lebih terang dari biasanya membuatnya menjadi objek yang mudah diamati dengan mata telanjang.
Baca juga: Hujan Meteor dan Beberapa Fenomena Langit di Tahun 2026
Lalu, apa saja daftar fenomena langit atau fenomena astronomi yang bakal terjadi pada April 2026 nanti? Simak penjelasannya.
Daftar Fenomena Langit April 2026
Pada April 2026, berbagai fenomena astronomi menarik seperti Pink Moon hingga hujan meteor Lyrid akan menghiasi langit malam, sebagian besar bisa diamati dari Indonesia dengan kondisi cuaca cerah.
Baca juga: Fenomena Langit Supermoon 4 Desember 2025, Simak Penjelasannya Berikut Ini
Penjelasan lebih rinci untuk masing-masing fenomena berikut ini mencakup latar belakang, waktu puncak, cara mengamati, dan tips praktis berdasarkan prediksi astronomi terkini.
Pink Moon
Pink Moon adalah nama bulan purnama pertama setelah ekuinoks musim semi di belahan Bumi utara, yang mencapai puncaknya pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB meskipun bisa diamati jelas sejak malam 1 April.
Baca juga: Daftar Fenomena Langit yang Terjadi pada Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor yang Indah
Nama "pink" berasal dari bunga liar Phlox subulata atau moss pink yang mekar musim semi di Amerika Utara timur, bukan karena warna bulan yang tetap putih keperakan; istilah ini dicatat dalam Almanak Algonquin sejak abad ke-18.
Secara astronomi, ini terjadi saat Bumi tepat di antara Matahari dan Bulan, membuatnya tampak bulat penuh dan terang selama 3 malam; di Indonesia, amati saat terbit di ufuk timur pagi hari atau terbenam di barat malam hari, ideal dengan kamera DSLR untuk foto supermoon effect jika posisinya rendah.
Baca juga: Banjir Sumatra Dipicu Cuaca Ekstrem, Melampaui Standar Mitigasi Nasional
Merkurius Elongasi
Elongasi barat terbesar Merkurius terjadi pada 3 April 2026, saat planet tercepat di tata surya ini mencapai sudut maksimal 27 derajat dari Matahari di langit pagi, membuatnya lebih mudah terlihat sebelum fajar di ufuk timur.
Karena orbitnya sangat dekat Matahari (0,39 AU), Merkurius jarang teramati, tapi elongasi ini optimal untuk penglihatan dari belahan selatan seperti Indonesia, di mana ia berdekatan dengan Mars yang lebih terang.
Baca juga: Waspada! Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi 26 Januari 2026, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/fenomena-langit-awan-yang-warnanya-berbeda.jpg)