Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Kapan Niat Puasa Ramadan Dibaca, Ini Waktu yang Tepat Menurut Ustaz
Ustaz Tajul Muluk, mubalig pakar fiqh mengatakan bahwa niat puasa Ramadhan sebaiknya dibaca pada malam hari.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Memasuki bulan Ramadan, ada pertanyaan seputar kapan niat puasa Ramadhan dibaca.
Apakah saat sahur, malam hari, atau boleh setelah sahur.
Menjawab pertanyaan itu, Ustaz Tajul Muluk, mubalig pakar fiqh, menjelaskan bahwa ibadah berlandaskan pada niat.
Hal itu berdasarkan hadis Nabi, Innamal A'malu Binniyat bahwa sah maupun tidaknya amal ibadah itu bergantung pada adanya niat atau tidak.
Lalu, kapan sebaiknya niat puasa dilakukan? Apakah pada malam hari, setelah sahur, atau pada pagi hari?
Aturan membaca niat puasa untuk puasa sunah dan puasa wajib seperti Ramadan berbeda.
Ustaz Tajul Muluk mengatakan niat puasa sunah dapat dilakukan setelah bangun tidur.
Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Saat pagi hari tidak ada makanan, Rasulullah SAW memutuskan untuk puasa dan berniat di pagi hari.
Berbeda dengan puasa sunah, niat puasa Ramadan tidak bisa dilakukan pada pagi hari.
Umat Islam yang melaksanakan puasa Ramdan melafalkan niat puasa pada malam hari.
"Akan tetapi bila puasa itu adalah puasa Ramadan, puasa wajib, maka para ulama sepakat harus dilakukan penginapan niat. Niatnya diinapkan. Niat puasa itu harus dilakukan malam harinya," kata Ustaz Tajul Muluk dalam video Tribunnews, dikutip pada Senin (12/4/2021).
Kemudian, Ustaz Tajul Muluk menjelaskan perkara berapa banyak niat puasa Ramadan harus diucapkan.
Apakah bisa satu kali niat untuk satu bulan atau membaca niat setiap harinya?
Ada dua pendapat. Niat puasa dilakukan sejak awal bahwa dia meniatkan berpuasa sepanjang bulan Ramadan.
Ada juga yang berpendapat bahwa niat puasa harus diulang setiap malamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/puasa-Muhammadiyah-dan-link-download-jadwal-imsakiyah.jpg)