Sinopsis Film

Sinopsis Film Sadali, Sekuel Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu yang Tayang 5 Februari 2026

Film Sadali adalah film drama romantis Indonesia sekuel dari "Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu" (2024), disutradarai oleh Kuntz Agus.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Instagram
FILM BARU- MVP Pictures menghadirkan film baru berjudul Sadali yang merupakan sekuel dari "Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu". Film ini dijadwalkan tayang 5 Februari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Film Sadali produksi MVP Pictures dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026. Film ini merupakan sekuel dari Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu yang dirilis pada 2024
  • Disutradarai oleh Kuntz Agus, Sadali mengangkat kisah seorang pria dengan luka masa lalu, khususnya dalam urusan asmara. Film ini mengeksplorasi perjalanan batin tokoh utama dalam mencari makna hidup dan berdamai dengan kenangan lama

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Film Sadali yang diproduksi MVP Pictures rencananya akan tayang di bioskop Indonesia pada 5 Februari 2026 nanti.

Film ini adalah sekuel dari "Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu" yang dirilis 2024.

Baca juga: Sinetron Terbaru Aira di RCTI, Ini Sinopsis Lengkapnya, Ada Cerita Dipaksa Aborsi

TAYANG FEBRUARI- Film Sadali yang merupakan sekuel
TAYANG FEBRUARI- Film Sadali yang merupakan sekuel "Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu" akan tayang 5 Februari 2025. (Youtube)

Disutradarai oleh Kuntz Agus dan diproduksi oleh MVP Pictures, film Sadali mengangkat kisah seorang pria yang punya kisah buruk tentang masa lalu, khususnya dalam hal asmara.

Sosok Sadali bergulat dengan luka lama, sembari mencari makna hidup.

Film yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq akan menyuguhkan kisah romansa, yang akan mengeksplorasi tema kedewasaan, penyesalan, dan pencarian makna melalui seni dan cinta.

Baca juga: Sinopsis Serial Vladimir di Netflix, Fantasi Liar Seorang Profesor dengan Rekan Kerjanya

Sinopsis Film Sadali

Film Sadali mengisahkan perjalanan emosional Sadali, seorang pelukis yang masih bergulat dengan bayang-bayang masa lalu tiga tahun setelah kegagalan asmara.

Tiga tahun berlalu sejak perjodohan Sadali (Ajil Ditto) dengan Arnaza (Hanggini) kandas dan ringkasannya dengan Mera (Adinia Wirasti) berakhir tragis.

Baca juga: Sinopsis Film A Score to Settle, Aksi Balas Dendam Seorang Ayah pada Kelompok Gengster

Ia memilih menepi dari bukit-pikuk Yogyakarta, menetap di Magelang yang tenang untuk fokus sebagai pelukis profesional.

Ditemani asisten setianya, Sadali habis-habisan mempersiapkan pameran tunggal krusial, taruhan karir terbesarnya sambil menikmati rutinitas sederhana di tengah lanskap Jawa Tengah yang membumi.

Hidupnya yang mulai stabil tiba-tiba terguncang ketika sahabat lama, Budi (Faiz Vishal), datang membawa berita mengejutkan: Mera akan segera menikah.

Baca juga: Sinopsis Film Mercy, Thriller Fiksi Ilmiah Tentang Keadilan dan Kecanggihan AI

Kabar ini membuka luka lama, memaksa Sadali menghadapi emosi yang selama ini ia kubur dalam kanvas lukisannya.

Konflik Utama dan Pertemuan Takdir

Takdir mempertemukan Sadali kembali dengan Mera dalam situasi tak terduga, membangkitkan kerinduan dan pertanyaan yang belum terjawab dari masa lalu.

Situasi semakin rumit saat Arnaza muncul lagi, kini bersama suami saat berlibur ke Magelang dari Yogyakarta.

Baca juga: Sinopsis Film Unexpected Family, Dibintangi Jackie Chan yang Bikin Meneteskan Air Mata

Dua wanita ini membawa kenangan manis bercampur luka: Arnaza sebagai pertunangan yang gagal karena mimpi Sadali, dan Mera sebagai cinta matang yang kandas karena perbedaan usia dan waktu.

Sadali terjebak di persimpangan emosional penyesalan atas pilihan dulu, kerinduan yang tak pudar, serta kegelisahan mencari inspirasi seni karena hati kini "kosong" dari drama cinta.

Ia bergumul antara bertahan pada masa lalu atau melangkah maju, menggunakan seni sebagai jembatan berdamai dengan diri sendiri.

Baca juga: Sinopsis Film Alas Roban, Kisah Dendam Arwah Penasaran

Film ini menyoroti kedewasaan emosional dewasa muda: bagaimana waktu menyembuhkan tapi juga menggoda untuk "gagal move on".

Sadali, pemuda asal Bukittinggi yang pindah ke Yogyakarta mengejar mimpi, kini menghadapi kenyataan di mana cinta tak lagi sederhana seperti novel Pidi Baiq.

Hanggini, sebagaimana Arnaza, menyebut film ini memberi perspektif baru soal penerimaan dan pertumbuhan pribadi.

Baca juga: Sinopsis dan Spoiler Film 28 Years Later: The Bone Temple yang Makin Seru

Pemain Pendukung dan Produksi

  • Ajil Ditto sebagai Sadali: Pelukis introspektif yang terhantui masa lalu.

  • Adinia Wirasti sebagai Mera: Cinta dewasa yang kembali mengejutkan.

  • Hanggini sebagai Arnaza: Tunangan lama dengan kehadiran tak terduga.

  • Faiz Vishal sebagai Budi: Sahabat pembawa kabar krusial.

  • Tambahan: Ciara Nadine Brosnan sebagai asisten Sadali.

(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved