Puas Bulan Syaban
Niat Puasa Nisfu Syaban, Dalam Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Niat puasa Nisfu Syaban adalah Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnati Sya'bana lillaahi ta'aalaa.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Bila Anda lupa dengan niat puasa Nisfu Syaban, Anda tidak perlu khawatir.
Kami akan menyuguhkan niat puasa Nisfu Syaban dalam bentuk tulisan Arab, latin dan juga artinya.
Puasa Nisfu Syaban adalah ibadah sunnah yang dilakukan pada tanggal 15 Sya'ban (pertengahan bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah), sebagai sambungan amalan pada malam Nisfu Syaban atau Laylatul Bara'ah yang penuh rahmat dan pengampunan dosa.
Baca juga: Jadwal Puasa Ramadhan 1447 Hijriah Menurut Muhammadiyah Selama 30 Hari
Hadis dari Imam Ja'far ash-Shadiq menyatakan, bahwa puasa tiga hari di bulan Syaban (termasuk nisfu) akan mendapat ganjaran surga dan syafaat Rasulullah SAW di hari akhir.
Ustaz Adi Hidayat pernah menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad S.A.W selalu berpuasa di bulan Syaban.
Ketika ditanya oleh sahabat, Rasul menjawab bahwa bulan Syaban ini penuh dengan kemuliaan.
Karena itulah, Rasul selalu mengerjakan puasa Syaban.
Baca juga: Jadwal Libur Imlek dan Ramadhan 2026, Peluang Long Weekend di Bulan Februari-Maret
“Lalu sahabat pun mengonfirmasi tentang kebiasaan puasa Rasulullah SAW di bulan Syaban, kemudian Rasulullah SAW menjawab, bulan Syaban itu agung tidak seperti yang kamu bayangkan, Syaban juga punya keistimewaan,” terang Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari kanal youtube Adi Hidayat Official.
Hal yang membuat bulan Syaban istimewa adalah amal-amal yang dikerjakan langsung dilaporkan, disampaikan, diangkat kepada Allah SWT.
"Allah maha mengetahui, tanpa dilaporkan pun sebetulnya segala amal kita sudah tahu, tapi ini ingin menunjukkan satu keistimewaan bagaimana malaikat melaporkan amal ibadah kita langsung kepada Allah ditu suatu kebanggaan,” terang Ustadz Adi Hidayat.
Baca juga: Pernah Tinggal Puasa Ramadhan? Segera Qadha di Bulan Syaban Agar Dapat 3 Pahala
Apa yang disampaikan UAH juga hampir sama dengan yang disampaikan Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D atau yang lebih akrab disapa Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan, bahwa di malam Nisfu Syaban, Allah membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
Namun, ada dua golongan yang tidak akan diampuni dosanya oleh Allah, meskipun ia sudah memperbanyak istighfar.
"Allah membagi-bagikan pengampunan pada malam Nisfu Syaban kepada semua makhluk-Nya, kecuali doa orang yang tidak mendapat pengampunan dari Allah di malam Nisfu Syaban," ujar Buya Yahya.
Baca juga: Khutbah Jumat 9 Januari 2026, Bersiap Menyambut Ramadhan di Bulan Syaban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sahur-puasa-di-rumah-keluarga.jpg)