Burung Hantu
Viral Burung Hantu Tyto Alba Ditembak Mati, Ada Berapa Spesies di Indonesia?
Di Indonesia terdapat 54 jenis burung hantu, termasuk jenis Tyto Alba yang ditembak mati di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Di dunia, terdapat sekitar 222 hingga 240 spesies burung hantu yang dikenal
- Di Indonesia, sedikitnya ada 54 jenis burung hantu
- Burung hantu tersebut tersebar di beberapa pulau, termasuk jenis Tyto Alba yang kemarin viral
- Tyto Alba adalah burung hantu yang dilindungi
TRIBUN-MEDAN.COM,- Populasi burung hantu di Indonesia sekitar 222 hingga 240 jenis.
Khusus di Indonesia, tercatat ada 54 jenis burung hantu, termasuk jenis Tyto Alba yang viral karena ditembak mati warga di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Mengenal Tyto Alba, Burung Hantu Pengendali Tikus yang Viral Ditembak Mati Warga Belu
Di Indonesia, spesies burung hantunya itu berasal dari ordo Strigiformes, termasuk dari famili Tytonidae (burung serak) dan Strigidae (burung hantu sejati), dengan banyak endemik di berbagai pulau.
Daftar lengkap dari sumber Alamendah's Blog (2014) dan Wikipedia setidaknya mencatat beberapa nama burung hantu yang sangat populer di Indonesia.
Baca juga: Manfaat Burung Hantu Bagi Petani dan Lingkungan, Bisa Tekan Biaya Produksi
Famili Strigidae (Burung Hantu Sejati)
Famili ini mencakup sebagian besar spesies di Indonesia, seperti genus Bubo, Glaucidium, Ketupa, Ninox, Otus (celepuk), dan Strix, yang nokturnal, karnivora, dan sering endemik pulau-pulau.
-
Beluk Jampuk (Bubo sumatranus): Ukuran 40-46 cm, sebaran di Sumatera, Bangka, Jawa, Kalimantan, Bali, Malaysia selatan, Thailand, Brunei; disebut Barred Eagle-owl dalam bahasa Inggris; status Least Concern IUCN Redlist dan CITES Appendix II.
-
Beluk-watu Gunung (Glaucidium brodiei): Ukuran 15-17 cm, sebaran Sumatera, Kalimantan, Bhutan hingga Vietnam; Collared Owlet; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
Baca juga: Prabowo Beli 1.000 Burung Hantu untuk Bantu Petani Majalengka Basmi Hama Tikus
-
Beluk-watu Jawa (Glaucidium castanopterum): Ukuran 24 cm, endemik Jawa dan Bali; Javan Owlet; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
-
Beluk Ketupa (Ketupa ketupu): Ukuran 40-48 cm, sebaran Sumatera, Bangka, Jawa, Kalimantan, Bali, Bangladesh hingga Vietnam; Buffy Fish-owl; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
-
Pungguk Kokodok (Ninox boobook): Ukuran 27-36 cm, sebaran Timor, Pantar, Alor, Jamdena, Papua selatan, Timor Leste, Australia, Papua Nugini; Southern Boobook; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
-
Punggok Togian (Ninox burhani): Endemik Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah; Togian Boobook; Near Threatened IUCN dan CITES Appendix II; dilindungi di Indonesia.
-
Punggok Gonggong (Ninox connivens): Ukuran 35-45 cm, sebaran Papua barat daya, Halmahera, Obi, Bacan, Kasurata, Australia, Papua Nugini; Barking Owl/Boobook; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
-
Pungguk Tanimbar (Ninox forbesi): Endemik Pulau Jamdena dan sekitarnya; sebelumnya subspesies Ninox squamipila; Tanimbar Boobook; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
-
Pungguk Buru (Ninox hantu): Endemik Pulau Buru, Maluku; sebelumnya subspesies Ninox squamipila; Buru Boobook; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
-
Pungguk Halmahera (Ninox hypogramma): Endemik Halmahera, Obi, Bacan di Maluku Utara; sebelumnya subspesies Ninox squamipila; Halmahera Boobook; Least Concern IUCN dan CITES Appendix II.
Famili Tytonidae (Burung Serak)
Famili ini lebih sedikit, sekitar 8 jenis di Indonesia, ciri khas wajah hati, suara serak, dan sering di habitat terbuka atau bangunan; beberapa dilindungi.
Spesies lengkap mencakup genus Tyto seperti Serak Jawa (Tyto javanica atau Tyto alba), Serak Minahasa (Tyto inexspectata, dilindungi), dan Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea, dilindungi).
Jenis Celepuk (Otus spp.) dan Lainnya yang Signifikan
Genus Otus mendominasi endemik, banyak dilindungi per Permen LHK 2018 (16 jenis total).
-
Celepuk Flores (Otus alfredi): Endemik Flores, dilindungi.
-
Celepuk Jawa (Otus angelinae): Endemik Jawa, dilindungi.
-
Celepuk Biak (Otus beccarii): Endemik Biak, dilindungi.
-
Celepuk Raja (Otus brookii): Dilindungi.
-
Celepuk Sangihe (Otus collari): Endemik Sangihe, dilindungi.
-
Celepuk Enggano (Otus enganensis): Endemik Enggano, dilindungi.
-
Celepuk Rinjani (Otus jolandae): Endemik Lombok, dilindungi.
-
Celepuk Sulawesi (Otus manadensis): Endemik Sulawesi, dilindungi.
-
Celepuk Banggai (Otus mendeni): Endemik Banggai, dilindungi.
-
Celepuk Mentawai (Otus mentawi): Endemik Mentawai, dilindungi.
-
Celepuk Siau (Otus siaoensis): Endemik Siau, dilindungi.
-
Celepuk Simalur (Otus umbra): Endemik Simalur, dilindungi.
-
Pungguk Merah-tua (Ninox ios): Dilindungi.
Lainnya melengkapi hingga 54 termasuk Strix seloputo, Tyto multipunctata, dan variasi regional dari Ninox squamipila (Pungguk Maluku).
Burung Hantu Paling Cantik
Burung hantu paling cantik di Indonesia bersifat subjektif, tapi Serak Jawa (Tyto javanica atau Tyto alba) sering disebut sebagai yang paling menawan karena wajahnya berbentuk hati putih, kontras dengan bulu cokelat, mata hitam kecil, dan bintik-bintik halus yang elegan.
Spesies ini tersebar luas di Jawa hingga pulau-pulau sekitar, ukuran 34 cm, nokturnal, dan hidup di tepi hutan atau perkebunan.
Sayangnya, jenis Tyto Alba yang ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) justru berakhir tragis.
Padahal hewan mungil tersebut merupakan pemangsa hama alami, seperti tikus.
Kasus penembakan burung hantu jenis Tyto Alba itu viral di media sosial dan mendapat kecaman.
Netizen meminta para pelakunya ditangkap dan diproses hukum.
Dari hasil penyelidikan polisi, para pelaku tinggal di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku sudah menangkap pelakunya.
Namun beberapa pihak meminta agar kasus ini dikawal, guna memberikan efek jera.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tyto-Alba-burung-hantu-ditembak-mati.jpg)