TRIBUN WIKI

Profil Jaya Arjuna, Penulis yang Vokal Kritisi Kerusakan Lingkungan Sumatera Utara

Jaya Arjuna dikenal sebagai penulis cerpen asal Medan, Sumatera Utara, yang memulai karier literaturnya pada 1973 di Harian Mimbar Umum.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Facebook Jaya Arjuna
CENDIKIAWAN- Jaya Arjuna dikenal sebagai sosok cendikiawan yang selama ini aktif sebagai penulis dan juga pengamat lingkungan. Ia dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah menyangkut persoalan lingkungan. 

Ringkasan Berita:
  • Jaya Arjuna adalah seorang penulis cerpen dan seorang akademisi
  • Ia memiliki latar belakang pendidikan teknik
  • Jaya Arjuna juga dikenal sebagai pengamat lingkungan
  • Ia dikenal vokal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah soal lingkungan

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok dan profil Jaya Arjuna cukup dikenal oleh warga Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

Jaya Arjuna adalah seorang akademisi, yang juga merupakan pengamat lingkungan.

Ia dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah, khususnya menyangkut keberlangsungan lingkungan.

Saat banjir besar terjadi pada November 2025 lalu, Jaya Arjuna juga sempat melontarkan kritik pedasnya soal penanganan hukum terkait peristiwa tersebut. 

Baca juga: Profil Sherly Annavita, Influencer Asal Aceh yang Jadi Korban Teror Usai Soroti Bencana Sumatera

Jaya Arjuna meninggal dunia
PENULIS DAN PENGAMAT- Jaya Arjuna adalah seorang penulis dan juga pengamat lingkungan asal Kota Medan. Ia dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah soal lingkungan.

Lewat unggahan di media sosial Facebook pada 30 Desember 2025 lalu, Jaya Arjuna menyinggung soal dugaan pengerusakan hutan, yang jadi penyebab banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

"Aku yakin sampai pertengahan 2026 tak akan ada yang ditangkap sebagai pelaku perusak lingkungan penyebab banjir. Bukan tukang chainsaw dan supir excavator ya. Pemilik perusahaaan tidak tersentuh hukum yang riel. Ecek eccek bisalah," tulis Jaya Arjuna, sekira pukul 18.19 WIB di akun Facebook miliknya.

Baca juga: Profil Fajar Syah Putra, Eks Kepala Kejari Medan, Sempat Tangani Korupsi Medan Fashion Festival

Tidak hanya itu, ia juga sempat melontarkan kritik pedas terhadap Wali Kota Medan, Rico Waas terkait penanganan banjir di Kota Medan.

Jaya Arjuna bahkan sempat menyebut bahwa Rico Waas hanya pandai bicara saja, tanpa menunjukkan kinerja yang ril.

Penyebab Banjir di Kota Medan

Dalam sebuah wawancara dengan Tribun-medan.com, Jaya Arjuna pernah mengungkap penyebab banjir di Kota Medan.

"Di buku Medan, Banjir Bebas Dimana-mana, penyebabnya adalah banjir datang dari Sungai Deli dan Sungai Babura, air datang dari curah hujan yang datang dari Karo dan Deliserdang. Banjir dari hulu ini akibat kerusakan hutan dan lahan DAS, menyebabkan muka air berfluktuasi tinggi, sehingga masyarakat tenggelam seperti di Kampung Aur," katanya, Rabu (4/12/2024) silam.

Baca juga: Profil Idgitaf atau Brigitta Sriulina Beru Meliala, Penyanyi Berdarah Karo yang Puncaki Spotify

Ia mengatakan, sebagian besar lahan di Kota Medan sudah jadi lahan kedap air.

Sebab, bangunan aspal beton menyebabkan air hujan tidak bisa lagi meresap ke dalam tanah. 

Air yang seharusnya masuk ke saluran drainase juga tidak bisa, kerena penampang drainase sudah dipenuhi sedimen.

Kanal yang dibangun dulunya bertujuan untuk mengeringkan lahan perkebunan dan kemukiman sudah hampir tidak berfungsi. 

Baca juga: Profil Abu Ubaida, Juru Bicara Hamas yang Dikonfirmasi Tewas Dibunuh Israel

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved