TRIBUN WIKI
Niat Puasa Rajab Bersamaan dengan Qadha Ramadhan, Begini Penjelasan Ulama
Puasa bulan Rajab dapat dilakukan berbarengan dengan puasa qadha Ramadhan.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Dalam ajaran Islam, bulan Rajab termasuk satu diantara bulan yang dimuliakan (bulan haram).
Bulan Rajab disebut sebagai bulan haram karena terdapat sejumlah larangan yang harus dijaga, seperti larangan berperang dan melakukan perbuatan tercela.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan selama bulan Rajab.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain berpuasa sunnah dan memperbanyak zikir.
Baca juga: Waktu Puasa Rajab 1447 Hijriah Tanggal Berapa? Catat Jadwal Lengkapnya Berikut
Namun, di tengah anjuran tersebut, sering muncul pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai pelaksanaan puasa qadha Ramadhan pada bulan Rajab. Banyak yang mempertanyakan bagaimana hukumnya, apakah diperbolehkan atau tidak.
Jawaban atas persoalan ini dapat ditemukan dalam Kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatut Thalibin, yang membahas hukum menggabungkan puasa Rajab dengan puasa qadha Ramadhan.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa mengqadha puasa Ramadhan di bulan Rajab hukumnya diperbolehkan.
Bahkan, puasa qadha Ramadhan dapat dilaksanakan bersamaan dengan puasa sunnah Rajab, meskipun terdapat perbedaan dalam lafaz niatnya.
Baca juga: Jadwal Puasa Rajab 1447 Hijriah yang Dimulai pada Pekan 3 Desember 2025
وبالتعيين فيه النفل أيضا فيصح ولو مؤقتا بنية مطلقة كما اعتمده غير واحد (وقوله ولو مؤقتا) غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا كصوم الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا (قوله بنية مطلقة ) متعلق بيصح فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول نويت الصوم ( قوله كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة ويوم الخميس انتهى
Artinya:
"Dan dikecualikan dengan persyaratan ta'yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardhu, yaitu puasa sunnah, maka sah berpuasa sunah dengan niat puasa mutlak, meski puasa sunah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama.
Ucapan Syekh Zainuddin, meski puasa sunah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan puasa sunah dengan niat puasa mutlak, maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura' dan hari-hari tanggal purnama.
Selain puasa sunnah yang terikat waktu tertentu, terdapat pula puasa sunnah yang dilakukan karena sebab tertentu, seperti puasa istisqa yang dikerjakan tanpa perintah imam, maupun puasa sunnah mutlak.
Baca juga: Jadwal Puasa Bulan Rajab 2025 Disertai Bacaan Niat dan Artinya
Syekh Zainuddin menjelaskan bahwa dengan niat puasa mutlak saja sudah dianggap sah, termasuk untuk puasa Arafah, cukup dengan niat seperti “saya berniat berpuasa”.
Penjelasan Syekh Zainuddin ini sejalan dengan pendapat sejumlah ulama yang menyatakan bahwa puasa sunnah tetap sah meskipun hanya diniatkan sebagai puasa mutlak. Artinya, lebih dari satu ulama berpegang pada pendapat tersebut.
Dalam keterangan Syekh al-Kurdi yang dikutip dalam Kitab Al-Asna, pendapat serupa juga disampaikan oleh Syekh Khatib asy-Syarbini dan Syekh al-Jamal ar-Ramli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa-Rajab-di-bulan-Rajab.jpg)