Ramadhan 2026

Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Muhammadiyah Sudah Umumkan Waktunya

Ramadhan 2026 atau 1447 H diprediksi dimulai pada 18 Februari 2026 menurut perhitungan Muhammadiyah dan Kementerian Agama Indonesia.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Kang Uje Life
PUASA RAMADHAN- Ilustrasi sahur bersama saat menyambut puasa Ramadhan. Tahun ini, puasa Ramadhan menurut Muhammadiyah jatuh pada 18 Februari 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Februari
  • Muhammadiyah menjelaskan bahwa 1 Ramadhan 2026 jatuh pada 18 Februari 2025
  • Bila melihat pengumuman Muhammadiyah, pelaksanaan ibadah puasa berlangsung 30 hari
  • Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Ramadhan 2026 merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Tidak hanya sebagai waktu untuk memperdalam ibadah, bulan suci ini juga menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk memperbaiki ritme hidup, memperkuat ikatan keluarga, dan mengatur ulang prioritas.

Setiap tahun, suasana Ramadhan selalu membawa warna baru, dan 2026 diharapkan menjadi tahun yang penuh semangat, terutama di tengah perubahan tren gaya hidup masyarakat yang semakin modern.

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Desember 2025 Beserta Jadwal Lengkapnya

Bila merujuk pada kalender Hijriah 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kantor Wilayah Provinsi Aceh, bulan Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

BUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di bulan Ramadhan.
BUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di bulan Ramadhan. (Pinterest)

Penjelasan Muhammadiyah

Berkaitan dengan pelaksanaan Ramadhan 2026, Muhammadiyah sudah jauh hari mengumumkan jadwal pelaksanaannya.

Bila melihat uraian yang disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, maka pelaksanaan 1 Ramadhan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini disampaikan melalui maklumat resmi yang ditandatangani Majelis Tarjih dan Tajdid.

Baca juga: Belum Usai Masa Jabatan, Ketua KPID Sumut Anggia Ramadhan Ikut Seleksi Direksi BUMD Medan

Melansir dari laman muhammadiyahjateng.or.id, metode penentuan awal puasa yang digunakan Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah yang masih menerapkan rukyatul hilal atau pengamatan bulan secara langsung.

Muhammadiyah mengandalkan pendekatan ilmiah melalui perhitungan astronomi.

“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” demikian isi maklumat PP Muhammadiyah.

Metode hisab hakiki wujudul hilal merupakan perhitungan astronomi yang menggabungkan data posisi matahari dan bulan secara akurat.

Baca juga: Doa Berbuka Puasa Ramadhan, Mana Lebih Dulu Minum atau Baca Doa? Simak Penjelasannya

Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah dapat menentukan awal Ramadan, Syawal, maupun Zulhijah tanpa bergantung pada pengamatan langsung.

Selain itu, Muhammadiyah telah lama menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender ini berfungsi sebagai acuan resmi dalam menetapkan ibadah berbasis penanggalan Hijriah.

KHGT mengintegrasikan perhitungan astronomi secara global, sehingga mampu memberikan kepastian waktu yang konsisten.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved