PSMS Medan

BERITA PSMS Medan: 2 Pemain Anyar Masuk, Kardinata Tarigan Dicoret, Siapkan Slot Pemain Asing

Dua pemain anyar bergabung, namun Kardinata Tarigan dicoret dari tim, PSMS menyiapkan satu sol pemain asing.

IST/PSMS MEDAN
Skuat PSMS Medan foto bersama sebelum laga menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/1/2026). Manajemen PSMS Medan masih terus berjuang menjaga asa di Pegadaian Championship musim 2025/2026 dengan bekerja senyap jelang bursa transfer mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com – Kabar terkini PSMS Medan, dua pemain anyar bergabung, namun Kardinata Tarigan dicoret dari tim, hingga menyiapkan satu sol pemain asing.

Setelah lebih dulu mengumumkan enam pemain anyar, tim berjuluk Ayam Kinantan itu dipastikan akan menambah dua pemain lokal untuk memperkuat kedalaman skuad.

Kepastian tersebut disampaikan langsung Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, dalam podcast Tribun Medan program Tendangan Bebas (TEBAS) yang berlangsung di Studio Redaksi Tribun Medan, Senin (12/1/2026).

Fendi mengungkapkan, dua pemain lokal tersebut sudah resmi bergabung pada hari ini. Ia juga memastikan bahwa untuk saat ini belum ada penambahan pemain asing pada bursa transfer paruh musim kali ini.

Baca juga: Alasan pemecatan Xabi Alonso dari Posisi Pelatih, Terkuak dari Legenda Real Madrid

“Sudah ada pemain dan hari ini masuk dua pemain lokal. Untuk pemain asing tidak ada,” ujar Bos PSMS Medan, Fendi Jonathan dalam podcast Tribun Medan.

Keputusan PSMS Medan untuk fokus memperkuat pemain lokal, menurut Fendi, merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen bersama tim pelatih.

Evaluasi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan di sektor pemain lokal pada putaran pertama kompetisi.

“Evaluasi ini bukan hanya dari saya, tapi juga dari pelatih. Selama ini yang harus kita perkuat memang pemain lokal, karena sangat timpang. Pada putaran pertama, daya kita hanya bertumpu pada Lastori dan Maring. Tidak ada pergantian, mereka terus yang main,” jelasnya.

Padahal, PSMS Medan sebelumnya memiliki opsi lain seperti Vivi dan Ghozo. Namun, situasi cedera membuat pilihan tersebut tak maksimal. Vivi, misalnya, mengalami cedera panjang sejak awal Agustus dan baru kembali menjalani latihan pada Desember lalu.

Baca juga: Alasan Kuat Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Kapten Timnas Portugal di Usia 40 tahun

“Kalau Vivi, dari awal Agustus sudah cedera panjang dan baru latihan lagi Desember kemarin. Itu yang membuat lini depan kita benar-benar struggle,” lanjut Fendi.

Berkaca dari kondisi tersebut, manajemen PSMS Medan memilih memperkuat komposisi pemain lokal, khususnya dengan mendatangkan pemain-pemain muda seperti  Abdul Zaki Alim, Muhammad Fazri, Husein Anshori, Dani Saputra, dan Adlin Cahya. Sementara satu nama lainnya adalah Ahmad Wadil.

Langkah ini juga dilakukan untuk menyesuaikan regulasi pemain muda yang dinilai sebelumnya terlalu timpang.

“Makanya sekarang kita coba perkuat bagian yang memang perlu. Kita isi pemain muda supaya lebih setara dan jiwa kompetitifnya ada. Di awal regulasi, pemain muda kita hanya Reyki, sisanya terlalu timpang,” katanya.

Fendi juga menyinggung soal Wadil, pemain muda PSMS Medan yang dinilai potensial, namun tidak masuk dalam regulasi pemain muda karena usianya sudah di atas 20 tahun.

Terkait kemungkinan datangnya pemain dengan label bintang atau Grade A, Fendi menegaskan bahwa manajemen tidak terlalu terpaku pada status tersebut. Baginya, yang terpenting adalah kontribusi nyata bagi tim.

Baca juga: Respons Pelatih John Herdman soal Tekanan Suporter Skuad Garuda

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved