Breaking News

PSMS Medan

Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah Kena Kartu Merah, PSMS Medan Krisis Bek Tengah

PSMS Medan dipastikan kehilangan dua pilar utama di lini pertahanan dalam beberapa pertandingan ke depan pada kompetisi Pegadaian.

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PSMS MEDAN - Pemain PSMS Medan Moch Jody ketika mengikuti latihan rutin di Stadion Mini Disporasu, baru-baru ini. PSMS Medan mengalami krisis pemain bertahan setelah dua pilar utama mendapat kartu merah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan dipastikan kehilangan dua pilar utama di lini pertahanan dalam beberapa pertandingan ke depan pada kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Kedua pemain tersebut adalah Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah yang harus absen setelah menerima kartu merah pada laga sebelumnya.

Kartu merah itu diterima keduanya saat PSMS Medan menghadapi FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 28 Februari 2026 lalu. Akibat hukuman tersebut, kedua pemain yang berposisi sebagai center back itu tidak dapat memperkuat tim Ayam Kinantan dalam beberapa laga penting ke depan.

Absennya Erwin dan Zikri tentu menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran pelatih PSMS Medan. Pasalnya, kedua pemain tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan lini belakang tim.

Dengan kondisi tersebut, Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, harus memutar strategi untuk mengisi kekosongan di sektor pertahanan. Terlebih, posisi tersebut menjadi sangat krusial karena harus berduet dengan kapten tim Kim Jeung Ho yang baru kembali memperkuat tim setelah sebelumnya absen akibat akumulasi kartu.

Eko mengatakan saat ini opsi pemain yang tersedia untuk mengisi posisi bek tengah cukup terbatas. Namun demikian, ia tetap optimistis karena masih ada beberapa pemain yang bisa dimaksimalkan untuk mengisi peran tersebut.

Salah satu pemain yang dapat menjadi opsi adalah Syarif Wijianto, yang sebenarnya berposisi sebagai gelandang bertahan, namun juga memiliki kemampuan bermain sebagai center back sehingga bisa ditarik untuk mengisi kekosongan di lini pertahanan PSMS Medan.

“Yang tersisa tinggal Syarif dan Jody. Syarif juga beberapa kali bisa bermain di posisi center back pada putaran pertama dan kedua. Jadi kita akan maksimalkan pemain yang ada,” ujar Eko kepada Tribun Medan. 

Menurutnya, Jody memang merupakan pemain yang secara natural berposisi sebagai bek tengah. Sementara itu, Syarif juga dinilai cukup fleksibel karena pernah beberapa kali dimainkan di posisi yang sama dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Meski demikian, Eko menegaskan tim pelatih tetap harus melakukan rotasi pemain guna menjaga keseimbangan tim. Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan kepada pemain yang mendapat kesempatan tampil.

“Kita harus percaya kepada mereka. Makanya nanti kita akan melakukan rotasi dan memberikan kepercayaan kepada pemain yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko juga kembali mengingatkan para pemain PSMS Medan agar mampu mengontrol emosi saat bertanding. Ia menilai emosi yang tidak terkendali dapat berdampak buruk terhadap performa pemain di lapangan.

Menurutnya, setiap menjelang pertandingan ia selalu mengingatkan para pemain mengenai pentingnya menjaga emosi dan tetap fokus pada permainan.

“Di setiap meeting sebelum pertandingan saya selalu menyampaikan kepada pemain untuk mengontrol emosi, karena itu sangat penting. Kalau kita emosi, kecerdasan bermain kita akan menurun,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa emosi yang tidak terkendali kerap memicu insiden yang tidak diinginkan, seperti pelanggaran keras yang berujung kartu merah atau sanksi tambahan dari federasi.

“Kalau sudah seperti itu, tentu sangat merugikan tim dan juga pemain itu sendiri. Biasanya ada denda dan hukuman beberapa pertandingan. Itu yang selalu kami ingatkan,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved