PSMS Medan

Pemain PSMS Medan Dapat Libur Lebaran tapi Tetap Wajib Jalani Program Latihan Mandiri

Tim PSMS Medan akan menjalani masa libur latihan mulai 11 hingga 22 Maret 2026 dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri.

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PSMS MEDAN - Foto bersama sejumlah pemain PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Atas Utama Sumatra Utara, baru-baru ini. PSMS Medan mulai libur latihan jelang Lebaran 1447 Hijriah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tim PSMS Medan akan menjalani masa libur latihan mulai 11 hingga 22 Maret 2026 dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Keputusan ini diambil manajemen dan tim pelatih sebagai bentuk apresiasi kepada para pemain yang telah menjalani program latihan dan pertandingan sepanjang musim kompetisi.

Pada masa libur tersebut, para pemain diberikan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Manajemen PSMS Medan juga memberikan kelonggaran kepada para pemain untuk memanfaatkan waktu libur tersebut dengan baik setelah menjalani aktivitas padat bersama tim.

Kendati demikian, seluruh pemain diingatkan untuk kembali ke Kota Medan tepat waktu. Tim dijadwalkan kembali menggelar latihan bersama pada 23 Maret 2026 sebagai persiapan menghadapi laga penting melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Utama Sumatera Utara pada 28 Maret 2026 mendatang.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengatakan bahwa sesi latihan yang digelar hari ini menjadi latihan terakhir sebelum tim memasuki masa libur Lebaran.

“Hari ini latihan terakhir sebelum libur. Pemain kami persilakan pulang kampung, ini kesempatan bagi mereka untuk travelling dan berkumpul dengan keluarga,” ujar Eko Purdjianto.

Meski memberikan kebebasan kepada para pemain untuk menikmati masa libur, Eko menegaskan bahwa seluruh pemain harus kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ia menekankan tidak ada toleransi bagi pemain yang terlambat kembali ke tim.

“Untuk jadwal kembali latihan tidak ada toleransi. Mereka harus kembali tepat waktu. Kalau terlambat tentu ada sanksi atau denda dari tim,” tegasnya.

Kebijakan yang sama juga berlaku bagi para pemain asing PSMS Medan. Menurut Eko, pemain asing tetap diperbolehkan pulang ke negara asalnya selama mereka dapat memastikan kesiapan fisik saat kembali bergabung bersama tim.

“Pemain asing juga bebas. Kalau mereka ingin pulang ke negaranya silakan, yang penting saat kembali mereka dalam kondisi siap latihan. Misalnya pemain dari Korea, kalau mau pulang juga tidak terlalu lama karena perjalanan hanya beberapa jam. Tapi mungkin ada juga yang memilih liburan di Indonesia,” katanya.

Selama masa libur, tim pelatih tetap memberikan program latihan mandiri kepada seluruh pemain. Hal ini dilakukan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga meskipun tidak mengikuti latihan bersama tim.

Eko menjelaskan, setiap pemain juga diberikan target berat badan ideal yang harus dijaga selama masa libur Lebaran. Nantinya, kondisi fisik dan berat badan pemain akan kembali diperiksa saat mereka kembali menjalani latihan bersama.

“Sebelum libur kami sudah memberikan mereka PR. Pemain sudah timbang terlebih dahulu dan diberikan target berat badan ideal sebagai atlet sepak bola. Saat kembali nanti, berat badan mereka harus tetap sama seperti kondisi sekarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemain yang mengalami kenaikan berat badan secara berlebihan akan mendapatkan sanksi dari tim pelatih. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga performa dan kebugaran pemain menjelang lanjutan kompetisi.

“Kami akan cek kembali saat mereka datang. Tidak boleh overweight. Kalau ada yang melewati batas tentu ada hukuman,” ujarnya.

Selain menjaga berat badan, pemain juga diminta tetap menjalankan program latihan mandiri yang telah diberikan oleh tim pelatih. Program tersebut mencakup latihan fisik ringan yang dapat dilakukan secara individual selama masa libur.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved