PSMS Medan

Eko Purdjianto Sayangkan Sanksi Komdis PSSI untuk Erwin Gutawa, Harap Ada Keringanan Hukuman

Kartu merah diberikan setelah terjadi keributan yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim di penghujung pertandingan.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Pemain bertahan PSMS Medan Erwin Gutawa saat menjalani sesi latihan bersama tim di Stadion Mini Disporasu, baru-baru ini. Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto menyayangkan sanksi Komdis PSSI untuk Erwin Gutawa, harap ada keringanan hukuman.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menyayangkan keputusan Komisi Disiplin PSSI yang menjatuhkan sanksi kepada salah satu pemain andalannya, Erwin Gutawa.

Bek sekaligus kapten tim berjuluk Ayam Kinantan itu dijatuhi hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan serta denda sebesar Rp5 juta.

Sanksi tersebut merupakan hasil sidang Komisi Disiplin PSSI menyusul insiden yang terjadi dalam pertandingan antara PSMS Medan melawan FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga pada 28 Februari 2026 lalu.

Dalam laga tersebut, Erwin Gutawa yang dipercaya mengenakan ban kapten harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung pada menit ke-89.

Kartu merah diberikan setelah terjadi keributan yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim di penghujung pertandingan.

Dalam situasi memanas tersebut, Erwin berusaha melerai pemain yang terlibat perselisihan.

Namun, saat mencoba meredakan ketegangan, Erwin terlihat menarik salah satu pemain lawan, Ramadhan, dengan gerakan yang menyerupai memiting leher.

Aksi tersebut kemudian menjadi perhatian perangkat pertandingan.

Wasit yang memimpin laga lalu melakukan pengecekan melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Setelah peninjauan, wasit akhirnya memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada bek PSMS Medan tersebut karena dinilai melakukan tindakan berbahaya.

Menanggapi keputusan tersebut, Eko Purdjianto mengaku sangat menyayangkan hukuman yang diterima anak asuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya selalu mengingatkan para pemain untuk menjaga emosi selama pertandingan agar tidak merugikan tim.

“Saya dari awal selalu bilang ke pemain untuk menahan emosi supaya tidak merugikan diri sendiri dan tim.

Pemain-pemain kita memang agresif, itu yang saya inginkan karena mereka bermain dengan motivasi tinggi. 

Tapi semuanya harus tetap bisa mengontrol emosi,” ujar Eko kepada Tribun Medan. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved