Liga Spanyol

Alasan pemecatan Xabi Alonso dari Posisi Pelatih, Terkuak dari Legenda Real Madrid

 Legenda Real Madrid, Guti Hernandez, mengungkap alasan sebenarnya di balik pemecatan Xabi Alonso.

Editor: Salomo Tarigan
DOk X/MadridXtra
XABI ALONSO - Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat memberikan instruksi kepada Arda Guler. Xabi Alonso dipecat 

Ringkasan Berita:Pemecatan Pelatih Real Madrid Xabi Alonso
 
  • Terungkap alasan di balik pemecatan Xabi Alonso dari posisi pelatih Real Madrid.
  • Legenda Real Madrid, Guti Hernandez, mengungkap alasan sebenarnya
  • Real Madrid melansir keterangan bahwa mereka berpisah atas dasar kesepakatan bersama.
  • Menurut eks gelandang elegan Los Blancos, Xabi didepak karena tidak berhasil menguasai ruang ganti pemain

 

TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap alasan di balik pemecatan Xabi Alonso dari posisi pelatih Real Madrid.

 Xabi Alonso dianggap kurang memuaskan selama menangani Real Madrid.

 Legenda Real Madrid, Guti Hernandez, mengungkap alasan sebenarnya di balik pemecatan Xabi Alonso.

Manajemen Los Blancos mengumumkan akhir kerja sama dengan pelatih berusia 44 tahun itu, Senin (12/1/2026) waktu setempat.

Pihak Real Madrid melansir keterangan bahwa mereka berpisah atas dasar kesepakatan bersama.

Namun, media-media Spanyol termasuk Marca mengendus ungkapan itu hanya bentuk halus dari pemecatan.


Pasalnya kepergian Xabi Alonso terbilang mengejutkan.

Kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona rasanya terlalu ganjil untuk dijadikan alasan.

Kylian Mbappe cs masih bersaing di Liga Spanyol, Copa del Rey, dan dalam posisi bagus untuk lolos otomatis ke fase gugur Liga Champions.

Soal rapor kinerja keseluruhan, persentase kemenangannya (70,59 persen) malah lebih bagus dari Zinedine Zidane (60,53?n 69,8 % ) serta Carlo Ancelotti di periode kedua (68,8 % ).

 Guti Hernandez mengungkap alasan lain di balik pemecatan mantan rekan setimnya di Madrid dan timnas Spanyol itu.

Menurut eks gelandang elegan Los Blancos, Xabi didepak karena tidak berhasil menguasai ruang ganti pemain.

Betapa pun hebatnya seorang pelatih dalam aspek taktikal, dia bakal kesulitan mempertahankan posisi jika relasi dengan para pemainnya tidak harmonis.

"Saya belum mengalami dinamika sehari-hari bersama Xabi (sebagai staf), tapi memang benar bahwa ketika ruang ganti tidak nyaman dan tak puas dengan pelatih, hal itu terlihat," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Marca.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved