PSMS Medan

PSMS Medan Gagal Tembus 5 Besar Klasemen Championship, PFC: Seharusnya Tahu Diri dan Mundur

Buruknya performa PSMS yang gagal menembus papan atas, membuat Kelompok suporter PSMS Medan Fans Club (PFC) bereaksi.

|
IST/PSMS MEDAN
Skuat PSMS Medan foto bersama sebelum laga menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/1/2026). Manajemen PSMS Medan masih terus berjuang menjaga asa di Pegadaian Championship musim 2025/2026 dengan bekerja senyap jelang bursa transfer mendatang. 

Ringkasan Berita:- PFC melayangkan kritik keras kepada manajemen PSMS Medan untuk melakukan evaluasi terhadap pelatih maupun pemain
Menurut Tatang, penampilan PSMS Medan dalam beberapa laga terakhir jauh dari kata memuaskan dan tidak mencerminkan status klub besar
Sorotan tajam juga diarahkan kepada dua pemain asing PSMS Medan, Felipe Cadenazzi dan Vitor Barata, yang dinilai tidak sepadan

 

TRIBUN-MEDAN.com - PSMS Medan gagal tembus lima besar klasemen Grup Barat hingga pekan ke-14, dan masih bertengger di peringkat ke-7.

Buruknya performa PSMS yang gagal menembus papan atas, membuat Kelompok suporter PSMS Medan Fans Club (PFC) bereaksi.

PFC melayangkan kritik keras kepada manajemen PSMS Medan untuk melakukan evaluasi terhadap pelatih maupun pemain.

PSMS Medan masih terperangkap di papan bawah klasemen sementara Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026.

Tim asuhan Kas Hartadi berada diperingkat ketujuh dengan mengoleksi 17 poin dari 14 pertandingan, hasil dari empat kemenangan, lima kali imbang, dan lima kekalahan.

Baca juga: PFC Desak Manajemen PSMS Medan Evaluasi Pelatih dan Pemain Asing

Situasi tersebut semakin diperparah setelah PSMS Medan menelan kekalahan tipis 0-1 saat bertandang ke markas Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/1/2026).

Kekalahan ini kian menegaskan persoalan inkonsistensi yang terus membayangi performa Ayam Kinantan sepanjang musim.

Ketua PSMS Medan Fans Club, Tatang Angkasa Tarigan, menilai manajemen klub harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan pergantian pelatih serta pemain asing yang dianggap belum mampu memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

“Kalau memang sudah terbukti gagal, seharusnya tahu diri dan mundur. Padahal kemarin kita punya peluang besar naik ke peringkat empat jika bisa menang atas Persikad Depok. Posisi mereka seharusnya di bawah kita, tapi karena kalah, situasinya justru berbalik,” ujar Tatang kepada Tribun Medan.

Baca juga: PSMS Medan Sudah Punya 4 Pemain Baru dari Super League, Presiden Klub Jaga Kondusifitas Ruang Ganti

Menurut Tatang, penampilan PSMS Medan dalam beberapa laga terakhir jauh dari kata memuaskan dan tidak mencerminkan status klub besar seperti Ayam Kinantan. 

Ia menyebut permainan tim terlihat tidak enak ditonton dan minim kreativitas, khususnya di sektor lini tengah dan lini depan.

“Permainan PSMS sekarang ini tidak enak ditonton. Lini tengah dan striker kita sangat kurang, dan itu jelas berdampak ke performa tim secara keseluruhan,” tegasnya.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada dua pemain asing PSMS Medan, Felipe Cadenazzi dan Vitor Barata, yang dinilai tidak sepadan dengan status serta kuota pemain asing yang dimiliki klub. Tatang menyebut kualitas keduanya bahkan masih kalah dibandingkan sejumlah pemain lokal.

Felipe Cadenazzi yang diharapkan menjadi tumpuan di lini depan hingga kini belum menunjukkan kontribusi signifikan. Dari 10 penampilan, penyerang berusia 35 tahun tersebut baru mencetak tiga gol dan satu assist, serta telah mengoleksi dua kartu kuning dan satu kartu merah.

Baca juga: UPDATE Klasemen Grup Barat - Sumsel United Bayangi Garudayaksa, PSMS Medan Tak Bergerak

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved