PSMS Medan
PFC Desak Manajemen PSMS Medan Evaluasi Pelatih dan Pemain Asing
Hingga pekan ke-14, PSMS Medan masih terperangkap di papan bawah klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kelompok suporter PSMS Medan Fans Club (PFC) melayangkan kritik keras kepada manajemen PSMS Medan menyusul hasil minor dan performa tim yang dinilai belum konsisten sepanjang paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026.
Hingga pekan ke-14, PSMS Medan masih terperangkap di papan bawah klasemen sementara Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026.
Tim asuhan Kas Hartadi berada diperingkat ketujuh dengan mengoleksi 17 poin dari 14 pertandingan, hasil dari empat kemenangan, lima kali imbang, dan lima kekalahan.
Situasi tersebut semakin diperparah setelah PSMS Medan menelan kekalahan tipis 0-1 saat bertandang ke markas Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/1/2026).
Kekalahan ini kian menegaskan persoalan inkonsistensi yang terus membayangi performa Ayam Kinantan sepanjang musim.
Ketua PSMS Medan Fans Club, Tatang Angkasa Tarigan, menilai manajemen klub harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan pergantian pelatih serta pemain asing yang dianggap belum mampu memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
“Kalau memang sudah terbukti gagal, seharusnya tahu diri dan mundur. Padahal kemarin kita punya peluang besar naik ke peringkat empat jika bisa menang atas Persikad Depok. Posisi mereka seharusnya di bawah kita, tapi karena kalah, situasinya justru berbalik,” ujar Tatang kepada Tribun Medan.
Menurut Tatang, penampilan PSMS Medan dalam beberapa laga terakhir jauh dari kata memuaskan dan tidak mencerminkan status klub besar seperti Ayam Kinantan.
Ia menyebut permainan tim terlihat tidak enak ditonton dan minim kreativitas, khususnya di sektor lini tengah dan lini depan.
“Permainan PSMS sekarang ini tidak enak ditonton. Lini tengah dan striker kita sangat kurang, dan itu jelas berdampak ke performa tim secara keseluruhan,” tegasnya.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada dua pemain asing PSMS Medan, Felipe Cadenazzi dan Vitor Barata, yang dinilai tidak sepadan dengan status serta kuota pemain asing yang dimiliki klub. Tatang menyebut kualitas keduanya bahkan masih kalah dibandingkan sejumlah pemain lokal.
Felipe Cadenazzi yang diharapkan menjadi tumpuan di lini depan hingga kini belum menunjukkan kontribusi signifikan. Dari 10 penampilan, penyerang berusia 35 tahun tersebut baru mencetak tiga gol dan satu assist, serta telah mengoleksi dua kartu kuning dan satu kartu merah.
Sementara itu, Vitor Barata yang berperan sebagai pengatur serangan juga belum mampu memberi warna dalam permainan PSMS Medan. Dari 11 penampilannya, pemain asal Portugal tersebut baru mencatatkan tiga gol dan satu assist, serta mengoleksi satu kartu kuning.
“Kuota pemain asing kita benar-benar terbuang percuma. Permainannya masih sekelas pemain lokal. Padahal, pemain asing di Liga 2 itu minimal harus punya kualitas setara pemain timnas. Ini tidak,” kata Tatang.
Ia menegaskan, Felipe dan Barata tidak menunjukkan performa yang bisa diharapkan untuk mengangkat prestasi PSMS Medan. Karena itu, PFC mendesak manajemen segera mencari pemain asing yang benar-benar berkualitas agar PSMS tidak semakin terpuruk di papan bawah klasemen.
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Julius Raja Soroti Kegagalan PSMS Medan Promosi ke Super League, Tekankan Pentingnya Lobi-lobi |
|
|---|
| SELAMAT Tinggal Super League, PSMS Medan Bertahan Lagi di Championship, Eko Targetkan 5 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSMS-MEDAN-Pelatih-Kepala-PSMS-Medan-Kas-Hartadi-memberikan.jpg)