Sumut Terkini
Skrining MRSA Digelar di RSP CPL USU, 54 Tenaga Kesehatan Ruang Intensif Ikuti Pemeriksaan
Skrining tersebut diharapkan dapat mencegah petugas kesehatan menjadi pembawa (carrier) MRSA tanpa disadari
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU menggelar skrining bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) bagi tenaga kesehatan yang bertugas di ruang intensif RSP Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis (RSP CPL) USU, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Skill Lab RSP CPL USU ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendeteksi kolonisasi bakteri MRSA tanpa gejala pada tenaga kesehatan.
Skrining tersebut diharapkan dapat mencegah petugas kesehatan menjadi pembawa (carrier) MRSA tanpa disadari, sekaligus memutus rantai penularan silang kepada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU), yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi.
Ketua pelaksana kegiatan, dr. R. Lia Kusumawati, M.Biomed, Sp.MK(K), Ph.D mengatakan skrining MRSA penting dilakukan bagi dokter maupun perawat yang bekerja di ruang intensif karena memiliki risiko paparan yang tinggi terhadap berbagai penyakit yang berasal dari pasien maupun lingkungan rumah sakit.
Selain melakukan skrining, pihaknya juga memberikan pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kepada seluruh peserta mengenai strategi pencegahan dan pengendalian bakteri MRSA.
“Sebagian besar petugas kesehatan terpapar dengan berbagai jenis penyakit yang dapat berasal dari pasien maupun lingkungan rumah sakit dan memiliki risiko paparan yang tinggi untuk terinfeksi kuman MRSA,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber lain, Dr. dr. Gema Nazri Yanni, M.Ked(Ped), Sp.A(K), memaparkan upaya pencegahan penyebaran MRSA, khususnya di ruang PICU. Ia juga menekankan pentingnya tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada keluarga pasien yang berkunjung agar turut mendukung upaya pencegahan infeksi.
Sementara itu, dr. Ester L. R. Silaen, M.Ked(An), Sp.An-TI, Subsp.TI(K) menjelaskan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran MRSA di ruang ICU adalah menerapkan cuci tangan enam langkah sebelum maupun sesudah kontak dengan pasien.
Adapun Dr. dr. Syamsidah Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A(K), mengingatkan pentingnya mendeteksi tenaga kesehatan yang telah terkolonisasi MRSA sejak dini, terutama di ruang NICU, agar penularan kepada bayi yang dirawat dapat dicegah.
“Deteksi dini itu sangat penting, untuk mencegah penularan,” jelasnya.
Sebanyak 54 tenaga kesehatan mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 45 perawat, tiga dokter spesialis anestesi, dan enam dokter spesialis anak yang bertugas di ruang intensif RSP CPL USU.
Pengambilan sampel swab hidung dan ketiak dilakukan oleh staf Laboratorium Mikrobiologi Klinik, yakni Mirzan Hasibuan, S.Si, M.Si, Dipl.TLM, Laura Isa Ginting, A.Md.AK, dan Nisrina Tari, S.Si. Seluruh sampel selanjutnya diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Klinik.
Panitia menyampaikan hasil pemeriksaan skrining MRSA nantinya akan diberikan secara rahasia kepada masing-masing petugas kesehatan yang diperiksa serta kepada manajemen RSP CPL USU.
Kegiatan ini juga melibatkan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSP CPL USU yang diwakili IPCN Afrinayanti Wulandari Siregar, S.Kep., Ners., M.Kep.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut didukung pendanaan non-PNBP USU Tahun 2026 melalui skema Pengabdian Kesehatan.
| Kadin Sumut Jalin Kerja Sama dengan Kadin Belarus, Buka Peluang Ekspor dan Investasi ke Eropa Timur |
|
|---|
| Ayah Boy Arnez Arabi Sebut SBY Pemilik Klub LavAni Pernah Prediksi Anaknya Bakal ke Level Asia |
|
|---|
| Wajah Purnawirawan Jendral Bintang Dua jadi Terdakwa Korupsi Smartboart Tebingtinggi |
|
|---|
| Warga Batangtoru Sambut Positif Kegiatan Ecobrik PT AR: dari Sampah Bisa Menghasilkan Untung |
|
|---|
| Hampir 2 Bulan, Akhirnya Warga Kota Binjai yang Meninggal di Kamboja Tiba di Tanah Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SKRINING-MRSA-Tim-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Sumatera.jpg)