Sumut Terkini

Profil Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Erlinda Yani, Rumah Sakitnya Diduga Sempat Tahan Kakek Lansia

dr Erlinda Yani baru hitungan bulan menjabat sebagai orang nomor satu di RSUD Amri Tambunan.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
IST
HITUNGAN BULAN : Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Erlinda Yani MKM yang baru hitungan bulan menjabat. Saat ini kinerjanya disorot setelah adanya dugaan penahanan pasien gara gara biaya. 

Meski pihak Yayasan yang merawat kakek Nurdin telah tegas mengatakan sang Kakek baru bisa pulang ditanggal 13 setelah mereka mencari-cari bantuan donasi dari donatur namun Devi mengaku pasien telah pulang sejak 11 Mei lalu.

Biaya administrasi Rp 3,4 juta telah dibayarkan pada saat itu juga. 

"Tidak benar kalau pasien pulang tanggal 13. Sebenarnya pasien pulang tanggal 11 Mei pukul 21.30 malam. Tidak benar pasien pulang hari ini tapi pasien pulang dan selesaikan administrasi tanggal 11 Mei," ujar dr Devi saat dikonfirmasi Tribun Medan, Rabu (13/5/2026). 

Devi tidak mau menganggapi pernyataan pihak Yayasan Rumah Lansia Bahagia tempat dimana selama ini sang kakek ditampung dan sempat mengeluarkan keterangan kalau Nurdin Lubis pulang tanggal 13.

Ia hanya menyampaikan pasien pulang ditanggal 11 setelah mendapat izin dari dokter. Sesuai anjuran dokter disampaikan pasien pulang dan berobat jalan. 

"Masuknya tanggal 6 dan pulang tanggal 11. Kalau diagnosanya nanti saya tanya lagi ya. Yang jelas dari tanggal 6 sampai tanggal 11 dirawat," kata dr Devi. 

Devi pun tidak menampik biaya pengobatan Nurdin Lubis ini sebesar Rp 3,4juta seluruhnya. Meski tinggal di Rumah Lansia namun tidak ada pengurangan.

Hitungan biaya dihitung karena Nurdin Lubis masuk dengan status pasien umum. 

"Mereka (pihak Rumah Lansia Bahagia) itu sudah berulang kali ngantar pasien ke tempat kami dan selalu pasien umum. Mereka gak pernah ada keberatan sama sekali," kata dr Devi. 

Pernyataan dr Devi ini langsung dibantah pihak Yayasan Rumah Lansia Bahagia yang beralamat di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa. Wakil Ketua Yayasan, Safrizal menyebut selama ini dirinya lah yang banyak berperan mendampingi Kakek Nurdin Lubis di RSUD Amri Tambunan.

Karena itu ia pun tahu biaya pengobatan sang Kakek sampai 3,4 juta seluruhnya. 

"Harusnya pulangnya tanggal 11 karena sudah diperbolehkan pulang dan tagihan itu sudah ada. Cuma karena donasi kita belum terkumpul maka belum bisa pulang. Sudah kita bilang nanti saya bayar bu tapi dibilang gak bisa. Gak bisa kalau dibawa saja, gak ada keringanan (meski sudah Lansia dan tinggal di Rumah Lansia)," ujar Syafrizal. 

Syafrizal bilang sudah lama tinggal di rumah Lansia. Pertama kali ditemukan di daerah Tuasan. Disebut awalnya demam menggigil dan tangan melepuh. 

"Hari sabtu kontrol. Yang jelas pulangnya itu tadi pagi. Administrasi diselesaikan tadi pagi juga. Pihak rumah sakit taunya kalau kakek ini seperti ini (tinggal di rumah Lansia). Sama saya pun kenal karena sudah bolak balik saya antar pasien,"kata Syafrizal. 

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved