Sumut Terkini

Pimpinan STPS Kunjungi Tribun Medan, Perkenalkan Kampus Perikanan Pertama di Sibolga

Ia menyebutkan bahwa kampus tersebut telah terakreditasi dan terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor maritim Indonesia.

Tayang:
Penulis: Joy Silvana Aritonang | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Joy Silvana Aritonang
Ketua Yayasan STP Sibolga, Hoklay Kornelius Sipahutar, S.Psi dan Ketua STPS, Dr. J.M Hutapea, S.E., MM, menghadiri Kantor Tribun Medan (13/05/26). Adapun kedatangan ini untuk memperkenalkan STPS sebagai kampus swasta pertama di Sibolga, yang sudah melahirkan ratusan alumni berkompeten di bidangnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Tribun Medan menerima kunjungan dari jajaran pimpinan Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga (STPS), dalam rangka memperkenalkan kampus serta program pendidikan unggulan di bidang perikanan.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua STPS, Dr. J.M Hutapea, S.E., MM, Ketua Yayasan STP Sibolga, Hoklay Kornelius Sipahutar, S.Psi beserta para staff lainnya. 

Dalam kesempatan itu, Dr. J.M Hutapea menjelaskan bahwa STPS merupakan kampus swasta pertama di Kota Sibolga yang berdiri sejak tahun 2001 dan fokus mencetak tenaga ahli di bidang perikanan.

Ia menyebutkan bahwa kampus tersebut telah terakreditasi dan terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor maritim Indonesia.

“Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga berdiri pada tahun 2001 dan menjadi kampus swasta pertama di Sibolga. Kampus kami fokus meluluskan ahli di bidang perikanan, dan STPS sudah terakreditasi,” ujarnya.

Ia menilai pendidikan perikanan memiliki peran penting, terutama bagi daerah pesisir seperti Sibolga yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya laut yang baik akan berdampak pada ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita tahu Indonesia adalah negara maritim. Terkhusus di Kota Sibolga yang dikelilingi lautan, tentu banyak masyarakat bekerja sebagai nelayan. Karena itu mempelajari perikanan sangat penting dan krusial, bagaimana kita menjaga ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal agar kekayaan laut kita dikelola oleh tangan-tangan profesional,” katanya.

Dr. Hutapea juga memaparkan program studi yang tersedia di STPS, yakni Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP) dan Budidaya Perairan (BDP).

Kedua program studi tersebut memiliki fokus pembelajaran yang berbeda.

“PSP fokus pada teknik penangkapan ikan yang efektif, ramah lingkungan, dan tidak merusak alam. Sedangkan BDP lebih mendalami teknik pembesaran ikan, akuakultur, pembenihan, serta inovasi teknologi budidaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pembelajaran di STPS menggabungkan teori dan praktik secara seimbang agar mahasiswa memiliki kemampuan lapangan yang memadai. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti kegiatan field trip ke sejumlah destinasi di sekitar Sibolga, seperti Pulau Mursala dan Pulau Kalimantung.

“Sistem belajar di STPS ada teori dan praktik yang seimbang supaya mahasiswa tidak hanya mengetahui teori saja,” tambahnya.

STPS juga memberikan kesempatan pendidikan bagi berbagai kalangan melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selain itu, kampus tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa difabel untuk menempuh pendidikan di bidang perikanan.

Tidak hanya itu, biaya kuliah di STPS dinilai cukup terjangkau, yakni sekitar Rp2 juta per semester sehingga dapat membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan tinggi dengan biaya yang lebih ringan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved