Sumut Terkini

Haul ke-78 Sultan Machmoed Jadi Momentum Konsolidasi Masyarakat Adat di Langkat

Haul itu digelar dengan suasana penuh khidmat, sarat nilai sakral, dan semangat persatuan. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
HAUL - Kegiatan Haul ke-78 Sultan Machmoed digelar di Museum Daerah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, belum lama ini. Haul itu digelar dengan suasana penuh khidmat, sarat nilai sakral, dan semangat persatuan.  

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT- Kegiatan Haul ke-78 Sultan Machmoed digelar di Museum Daerah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, belum lama ini.

Haul itu digelar dengan suasana penuh khidmat, sarat nilai sakral, dan semangat persatuan. 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan silaturahmi akbar serta Deklarasi Masyarakat Adat Sultan Machmoed.

Acara tersebut menjadi momentum bersejarah dalam mengenang jasa, perjuangan, dan keteladanan Sultan Machmoed sebagai pemimpin besar Kesultanan Langkat

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat konsolidasi masyarakat adat dalam menjaga eksistensi, marwah, serta hak-hak adat di tengah dinamika kehidupan modern.

Sejumlah unsur kerajaan, kedatokan, kejuruan, serta tokoh masyarakat adat lintas wilayah turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut. 

Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya ikatan kultural dan histori antar komunitas adat di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Di antara yang hadir yakni perwakilan dari Kerajaan Bandar Labuhan Negeri Deli, Kerajaan Nagur Bolag Simalungun beserta partuanannya, Kejuruan Metar Bilad Deli, Kedatokan Batu Bara, hingga Kerajaan Tamiang. 

Turut hadir pula Kesultanan Kualuh, Kejuruan Lingga, dan Kedatokan Kota Pinang.

Selain unsur kerajaan dan lembaga adat, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Pemerintah Daerah serta muspika Kabupaten Langkat

Kehadiran pemerintah menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu di daerah tersebut.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan doa dan tahlil untuk almarhum Sultan Machmoed. 

Suasana religius terasa kental sejak awal hingga akhir acara.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiyah yang mengangkat nilai-nilai kepemimpinan, kearifan lokal, serta sejarah perjuangan Kesultanan Langkat

Tausiyah ini menjadi pengingat penting akan peran besar para leluhur dalam membangun peradaban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved