Sumut Terkini
Ternyata Tersangka Pembunuh Lansia di Pekanbaru yang Lari ke Kota Binjai Mau Ngontrak Rumah
Saat kedua tersangka ditangkap dan dibawa oleh personel kepolisian, Edi pun tak melihatnya.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Penangkapan dua orang tersangka pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, berlangsung cepat.
Edi Sucipto selaku Kepala Lingkungan (Kepling) VI, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, mengaku tak diberitahu soal penangkapan itu.
"Saya kebetulan tidak ada diberitahu, dan posisi saya di masjid berhubungan sudah mau Salat Magrib," ujar Edi saat diwawancarai pada, Minggu (3/5/2026) petang.
"Saya pun gak tau, sampai rumah saya diberitahu dari tetangga kita, bahwasanya tadi ada penggerebekan soal pembunuhan yang di Riau dan viral di medsos," sambungnya.
Namun demikian, Edi menjelaskan jika kedua tersangka datang ke Kota Binjai untuk mengontrak rumah yang berada di Gang Tempel, Jalan Perintis Kemerdekaan.
"Informasi yang saya peroleh kedua tersangka mau ngontrak rumah. Belum ada satu hari mereka mengontrak, pagi mereka masuk, sore sudah ditangkap," kata Edi.
Bahkan Edi menjelaskan, kedua tersangka yang mengontrak ini tidak ada memberitahu kepala lingkungan.
"Karena yang memang belum 1x24 jam mereka mengontrak," ucap Edi.
Saat kedua tersangka ditangkap dan dibawa oleh personel kepolisian, Edi pun tak melihatnya.
"Saya enggak melihat keduanya dibawa. Dan saya pulang dari masjid usai Salat Magrib sudah tidak ada lagi personel kepolisian," tutup Edi.
Sedangkan itu adapun identitas kedua tersangka ialah Selamat alias Amat (34) warga Jalan Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener meriah, Aceh, dan Lisbet Barasa (22) warga Jalan Pendidikan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Masyarakat Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, mengaku kaget ketika kedatangan tim gabungan Sat Reskrim Polres Binjai, Jatanras Polda Riau, dan Polresta Pekanbaru, saat menangkap dua tersangka pembunuh lansia Dumaris Deniwati Br Sitio (60).
Pasalnya sejumlah personel yang mengenakan pakaian preman, ramai-ramai berkumpul di pinggir jalan.
"Kejadiannya begitu cepat. Memang kami lihat ada ramai-ramai, tapi kami gak tau ada penangkapan," ujar masyarakat sekitar yang tak mau identitasnya disebutkan dalam berita.
Menurut masyarakat disekitar lokasi penangkapan waktu itu sepi. Mengingat pada Jumat (1/5/2026) libur Hari Buruh Internasional.
"Kami pun baru tau, kalau itu penangkapan tersangka yang membunuh lansia yang viral di Pekanbaru," ujar masyarakat.
Sementara itu, Kasat Reskim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian membeberkan kronologi saat kedua tersangka diamankan.
"Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai dan tim gabungan Jatanras Polda Riau serta Polresta Pekanbaru mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya, bahwa tersangka Selamat dan Lisbet berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai," kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian.
Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran. Pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, kedua tersangka diamankan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.
"Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Kemudian tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polresta Pekanbaru via jalur udara dari Bandara Kualanamu," kata Hizkia.
Dikabarkan sebelumnya Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026) siang.
Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.
Rekaman CCTV mengungkap jejak para tersangka. Dari empat tersangka tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.
Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para tersangka datang menggunakan mobil hitam.
Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.
Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut tamu tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.
Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.
Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.
(cr23/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| INILAH Wajah Dua Pembunuh Lansia di Pekanbaru yang Diringkus di Kota Binjai, Masyarakat: Kami Kaget |
|
|---|
| Polsek Gunung Malela Imbau Warga Tetap Tenang Usai Sebuah Makam Dibongkar oleh OTK |
|
|---|
| Warga Pamatang Simalungun Geger, Makam Dibongkar OTK Diduga untuk Ilmu Hitam |
|
|---|
| MODANTARA Sebut Kebijakan Potongan 8 Persen Bisa Guncang Industri Transportasi Online |
|
|---|
| PT Rosin Chemicals Indonesia Akan Tempuh Langkah Hukum atas Penyebaran Informasi Tidak Benar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PEMBUNUHAN-Tampang-dua-tersangka-pembunuh-Dumaris-Deniwati-Br-Sitio-60-warga.jpg)