Sumut Terkini

Jalan Alternatif Labura–Tobasa Sudah Dibangun, Masuk Tahap Pengerasan dan Pengaspalan

Ruas jalan itu telah tembus hingga perbatasan Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan Kabupaten Toba Samosir dan masih terus dikerjakan.

|
Penulis: Ali Yasil Sagala | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Ali Yasil Sagala
Warga Kelurahan kota batu Na IX X Labuhanbatu Utara Rizki Choiru Unasah Panjaitan bersama anaknya saat melintas mengendarai motor metik di jalan lintas Labura Tobasa proses pengerasan menunggu siraman Aspal, Minggu (28/12) 

TRIBUN-MEDAN.com,LABUHANBATUUTARA- Jalan penghubung Labuhanbatu Utara menuju Toba Samosir (Tobasa) yang bulan lalu ditinjau langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, kini sudah memasuki tahap pengerjaan.

Pantauan Tribun Medan, jalan tersebut saat ini telah dilakukan pengerasan dan tinggal menunggu proses pengaspalan.

Ruas jalan itu telah tembus hingga perbatasan Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan Kabupaten Toba Samosir dan masih terus dikerjakan.

Jalan alternatif melalui Labuhanbatu Utara yang dapat dilalui menuju Pulau Samosir, Danau Toba, kini sudah dapat diakses melalui Desa Kampung Pajak atau Kelurahan Kota Batu, Simpang Koramil.

Salah seorang warga Kelurahan Kota Batu, Rizki Choiru Unasah Panjaitan, mengatakan perbaikan jalan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Iya, jalan sudah diperbaiki. Sekarang sudah mulus sampai ke perbatasan Tobasa,” ujarnya kepada Tribun Medan, Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, jika pada tahun 2026 Kabupaten Toba Samosir juga melanjutkan pembangunan jalan sambungan seperti yang dijanjikan Gubernur Sumut, maka warga Labuhanbatu Utara dapat menggunakan jalur lintas alternatif tersebut, terutama saat libur sekolah dan Idul Fitri 2026 mendatang.

Tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD dari Partai PKS, Hasan Basri Pasaribu, menambahkan bahwa keberadaan jalan tersebut tidak hanya mempermudah akses menuju Danau Toba melalui Labuhanbatu Utara, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian warga desa.

“Dengan akses jalan yang sudah baik, hasil panen sawit warga bisa dijual sesuai harga pasar. Selain itu, pada musim buah seperti durian, rambutan, dan langsat, warga juga terbantu secara ekonomi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Nuraini, warga Desa Sibito, Labuhanbatu Utara. Ia mengaku kini dapat menjual buah rambutan seikat seharga Rp5.000, dengan isi sekitar 20 buah. Padahal, tahun lalu harga rambutan hanya Rp2.000 per ikat.

Tidak hanya rambutan, harga durian ukuran besar yang sebelumnya dijual Rp20.000 hingga Rp30.000 per buah, kini meningkat menjadi Rp40.000 hingga Rp50.000 per buah.

“Harganya naik hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu, waktu kondisi jalan masih rusak,” ungkap Nuraini.

Pantauan Tribun Medan, pengerjaan jalan Labuhanbatu Utara menuju Tobasa saat ini dilaksanakan oleh PT Bukit Zaitun dengan pagu anggaran sebesar Rp18.253.117.110. Pekerjaan tersebut mencakup panjang jalan 3.125 meter dan bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025.

(Cr9/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved