Sumut Terkini
Petani Mengadu ke Polda Sumut, Bawang Impor Ilegal Diduga Rugikan Produk Lokal
Kedatangan para petani ini untuk menyampaikan aspirasinya mengenai diduga maraknya bawang ilegal di pasaran.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Puluhan petani bawang yang ada di Sumatera Utara berunjukrasa di depan Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (31/3/2026) sore.
Mereka datang membawa spanduk berisikan tuntutan, dan membawa beberapa karung bawang merah hasil pertanian mereka.
Kedatangan para petani ini untuk menyampaikan aspirasinya mengenai diduga maraknya bawang ilegal di pasaran.
Koordinator Aksi, Gema Tarigan mengatakan, mereka mendesak agar Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) maupun Satgas Pangan Polda Sumut bergerak mengusut maraknya diduga bawang ilegal di pasaran.
Bahkan, mereka mendesak Polisi menangkap aktor intelektual diduga pemasok bahan pangan impor ilegal.
Sebab, akibat bawang ilegal beredar luas, bawang lokal milik petani jadi dihargai murah.
Bahkan, bawang mereka nyaris tak laku di pasaran akibat digempur harga miring bawang impor.
"Tuntutan kita Polda Sumatera Utara melalui bagian Ditreskrimsus untuk menindak tegas hal ini segera, terkait peredaran bawang yang ada di Sumatera Utara ini, bawang ilegal,"kata Kordinator Aksi, Gema Tarigan, Selasa (31/3/2026).
Selain itu, massa juga mendesak Gubernur Sumut Bobby Nasution mengevaluasi kinerja Kadis Perdagangan Sumut karena dianggap lalai mengawasi.
Lanjut Gema, berdasarkan informasi yang diperolehnya, bawang-bawang ilegal berasal dari Thailand, dan India.
Impor bahan pangan diduga lolos begitu saja tanpa pengawasan dan karantina.
"Harapan kita itu ya Kapolda Sumut membantu kitalah menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Sumatera Utara ini. Jangan dilakukan pembiaran terhadap pawang-bawang seperti itu."
Terpisah, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan pihaknya akan memproses keluhan-keluhan masyarakat.
"Laporannya dan keluhan dari masyarakat akan kita proses. Kita juga akan melakukan penelusuran dilapangan, serta kita melakukan koordinasi dengan pihak terkait," kata Kombes Ferry.
(Cr25/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| PT Medan Tambahi Hukuman Eks Kadishub Siantar jadi 4 Tahun Kasus Pungli Parkir |
|
|---|
| ASDP Catat Danau Toba Catat 18.200 Kendaraan Menyeberang di Perairan Danau Toba selama Libur Lebaran |
|
|---|
| Jaksa Terima SPDP Sopir Truk Fuso Maut yang Tewaskan 3 Wisatawan di Parapat |
|
|---|
| Polda Sumut Ajukan Sita Aset Eks Pejabat Bank yang Gelapkan Uang Jemaat Gereja Aek Nabara Rp 28 M |
|
|---|
| Anak 3 Tahun Hilang di Parlilitan, Sudah Sebulan Pencarian Belum Membuahkan Hasil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petani-bawang-merah-berunjukrasa-di-depan-pintu-masuk.jpg)