Sumut Terkini

Setelah Dibuka Bupati Deli Serdang, Kawasan Kuliner Simpang Kayu Besar Kini Sepi Bak Kuburan

Saat itu ada puluhan pedagang yang berjualan dengan jumlah pengunjung ratusan orang termasuk para aparatur ASN.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
BERTAHAN : Firman Lubis masih bertahan di warung sederhananya yang sepi di lokasi Kawasan Eks Gudang PTPN II Simpang Kayu Besar Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Senin (31/3/2026). Setelah dibuka Bupati kawasan ini sepi sampai saat ini. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Kawasan Eks Gudang PTPN II Simpang Kayu Besar Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang yang baru hitungan hari dijadikan sebagai pusat kuliner dan dibuka oleh Bupati Deli Serdang kini sepi bak lokasi pemakaman.

Jangankan pembeli yang datang, pedagang pun ternyata tidak minat untuk berjualan di tempat ini.  

Hal ini lantaran belum ada fasilitas yang memadai. 

Informasi yang dihimpun Bupati membuka kawasan ini secara resmi, Sabtu (28/3/2026) pagi.

Saat itu ada puluhan pedagang yang berjualan dengan jumlah pengunjung ratusan orang termasuk para aparatur ASN.

Setelah Bupati meninggalkan lokasi sampai itu juga kawasan ini sepi.

Pedagang yang sebelumnya berjualan di tempat ini adalah pedagang yang selama ini menempati kawasan pinggir jalan simpang kayu besar. 

Pantauan Tribun Medan, Selasa (31/3/2026) pagi sekira pukul 10.30 WIB hanya 2 pedagang yang terlihat masih bertahan di tempat ini.

Kedua pedagang itu yakni Firman Lubis yang merupakan pedagang kopi dan J Tinambunan pedagang es kelapa muda. Terlihat banyak gerobak atau steling milik pedagang yang tertutup. 

"Waktu pembukaan itu saja yang ramai setelah Bupati pulang ya sudah langsung sepi. Orang-orang pada pulang semua pedagang pun ya cemana nggak ada orang lagi orang, ya pulang juga nggak lama kemudian. Sepi ginilah macam kuburan setiap hari," ujar J Tinambunan saat diwawancarai. 

Meski sudah mendekati tengah hari saat itu namun  J Tinambunan terlihat belum semangat untuk menata dagangannya. Ia mengaku sepertinya mau angkat kaki juga dari lokasi.

Sebab dari awal sampai hari terakhir nggak ada yang beli dagangannya. 

Hal yang tidak jauh berbeda juga diucapkan oleh Firman Lubis.

Ia mengaku semenjak pindah di lokasi ini pendapatanya menurun sangat pantastis. Sudah 35 tahun ia berjualan namun baru kali ini terasa sulit. 

"Kalau sekarang jualan di sini paling dapat untuk beli beras 1 kilo saja paling. Ya syukurin sajalah dulu. Nggak ada yang datang ke sini bang orang, seperti inilah sepinya macam kuburan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved