Sumut Terkini
Pemkab Tapsel Rugi Rp 2,7 Triliun Akibat Bencana Alam, Lebih dari 3.000 Hektar Sawah Gagal Panen
Bupati Tapsel Gus Irawan mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi mencapai Rp2,7 triliun.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com, TAPSEL - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menderita kerugian akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor mencapai Rp 2,7 triliun.
Diketahui, sebanyak 14 dari 15 kecamatan di Tapsel terdampak akibat bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Terparah ada di Kecamatan Batangtoru, tepatnya di Desa Garoga. Kondisinya nyaris hilang, rumah-rumah warga hampir rata disapu banjir bandang.
Kini para warga Garoga sudah dipindahkan ke hunian sementara (huntara), setelah hampir tiga bulan bertahan di posko pengungsian.
Bupati Tapsel Gus Irawan mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi mencapai Rp2,7 triliun.
“Lebih dari 3.000 hektare sawah mengalami gagal panen. Sektor pertanian menyumbang sekitar 43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapanuli Selatan,” Senin (30/3/2026).
Meski demikian, ada sedikit kabar baik bahwa ekonomi warga di Tapsel mampu bertahan pascabencana alam itu.
“Pertumbuhan ekonomi Tapsel pada tahun 2025 masih mampu bertahan di atas 5 persen. Meskipun pada triwulan terakhir mengalami tekanan hingga 2,4 persen akibat dampak bencana,” katanya.
Adakan musrenbang
Gus Irawan kemudian memaparkan lima prioritas pembangunan pascabencana pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027.
Ia mengingatkan, kegiatan strategis tahunan ini bukan sekadar agenda formal belaka. Tetapi momentum menentukan arah kebangkitan daerah pascabencana sekaligus pijakan menuju ekspansi pembangunan.
"Musrenbang tahun ini memasuki tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapanuli Selatan 2025–2029. Sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan," ujarnya.
5 prioritas pembangunan pascabencana
Ada lima prioritas utama pembangunan daerah pascabencana. Yakni rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar.
"Dengan mempercepat pembangunan kembali jalan, jembatan, irigasi, air bersih, pengendalian banjir, fasilitas pendidikan, kesehatan, perumahan dan sarana umum, agar aktivitas sosial dan ekonomi segera pulih," ujar Gus Irawan.
| Di Tengah Efesiensi, Anggota DPRD Padangsidimpuan Naik Gaji, Bakal Terima Rp 37,2 Juta per Bulan |
|
|---|
| Bahlil Minta Masyarakat Hemat Gas Saat Memasak, Kadisperindang ESDM Sumut: Stok Aman dan Cukup |
|
|---|
| Harga BBM Diisukan Naik per 1 April 2026, Pertamina Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi |
|
|---|
| Disnaker Sebut Ada 44 Aduan Perusahaan di Sumut Tidak Berikan THR Idul Fitri ke Pekerja Tahun Ini |
|
|---|
| Buka POPKAB 2026, Pemkab Humbahas Berharap Munculnya SDM Berkualitas, Sehat, dan Berkualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bandang-garoga1-tribunmedan.jpg)