Sumut Terkini

Pemkab Tapsel Rugi Rp 2,7 Triliun Akibat Bencana Alam, Lebih dari 3.000 Hektar Sawah Gagal Panen

Bupati Tapsel Gus Irawan mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi mencapai Rp2,7 triliun.

TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
LEWATI KAYU - Warga berjalan melewati tumpukan kayu sisa banjir bandang yang melanda Garoga, Batangtoru, Tapsel, Kamis (5/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPSEL - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menderita kerugian akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor mencapai Rp 2,7 triliun.

Diketahui, sebanyak 14 dari 15 kecamatan di Tapsel terdampak akibat bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

Terparah ada di Kecamatan Batangtoru, tepatnya di Desa Garoga. Kondisinya nyaris hilang, rumah-rumah warga hampir rata disapu banjir bandang.

Kini para warga Garoga sudah dipindahkan ke hunian sementara (huntara), setelah hampir tiga bulan bertahan di posko pengungsian.

Bupati Tapsel Gus Irawan mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi mencapai Rp2,7 triliun.

BANJIR BANDANG - Seorang warga sedang melihat mobil yang melintas usai banjir bandang di Huta Godang, Batangtoru, Tapsel, Kamis (27/11/2025).
BANJIR BANDANG - Seorang warga sedang melihat mobil yang melintas usai banjir bandang di Huta Godang, Batangtoru, Tapsel, Kamis (27/11/2025). (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

“Lebih dari 3.000 hektare sawah mengalami gagal panen. Sektor pertanian menyumbang sekitar 43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapanuli Selatan,” Senin (30/3/2026).

Meski demikian, ada sedikit kabar baik bahwa ekonomi warga di Tapsel mampu bertahan pascabencana alam itu.

“Pertumbuhan ekonomi Tapsel pada tahun 2025 masih mampu bertahan di atas 5 persen. Meskipun pada triwulan terakhir mengalami tekanan hingga 2,4 persen akibat dampak bencana,” katanya.

SISA RUMAH - Penampakan satu rumah tersisa di Garoga usai banjir bandang di Batangtoru, Selasa (2/12/2025). Banjir bandang ini nyaris menghapus Desa Garoga.
SISA RUMAH - Penampakan satu rumah tersisa di Garoga usai banjir bandang di Batangtoru, Selasa (2/12/2025). Banjir bandang ini nyaris menghapus Desa Garoga. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Adakan musrenbang

Gus Irawan kemudian memaparkan lima prioritas pembangunan pascabencana pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027.

Ia mengingatkan, kegiatan strategis tahunan ini bukan sekadar agenda formal belaka. Tetapi momentum menentukan arah kebangkitan daerah pascabencana sekaligus pijakan menuju ekspansi pembangunan.

"Musrenbang tahun ini memasuki tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapanuli Selatan 2025–2029. Sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan," ujarnya.

5 prioritas pembangunan pascabencana

VIDEO CALL - Seorang pengungsi ditemani Bupati Tapsel Gus Irawan video call saat berada di pengungsian Aula Kantor Camat Batangtoru, Sabtu (29/11/2025). Pengungsi sebelumnya menangis karena belum bertemu dengan keluarga sejak banjir bandang terjadi.
VIDEO CALL - Seorang pengungsi ditemani Bupati Tapsel Gus Irawan video call saat berada di pengungsian Aula Kantor Camat Batangtoru, Sabtu (29/11/2025). Pengungsi sebelumnya menangis karena belum bertemu dengan keluarga sejak banjir bandang terjadi. (Tribunnews.com)

Ada lima prioritas utama pembangunan daerah pascabencana. Yakni rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar.

"Dengan mempercepat pembangunan kembali jalan, jembatan, irigasi, air bersih, pengendalian banjir, fasilitas pendidikan, kesehatan, perumahan dan sarana umum, agar aktivitas sosial dan ekonomi segera pulih," ujar Gus Irawan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved