Makan Bergizi Gratis

Mulai 9 Maret Ratusan SPPG di Sumut Ditutup, Ini Penjelasan Direktur Pengawasan Wilayah I BGN

Ratusan SPPG di Sumatra Utara (Sumut) akan ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mulai 9 Maret.

|
Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu melakukan aksi damai di depan SPPG Tlogowungu 1 dengan membawa sound sistem, Jumat siang (27/2/2026).(KOMPAS.com/ Kafi) 

TRIBUN-MEDAN.com - Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatra Utara (Sumut) akan ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penutupan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dimulai 9 Maret 2026.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Harjito mengatakan bahwa penutupan ini karena SPPG tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Total ada 492 SPPG di wilayah Sumatera yang akan ditutup hingga SPPG tersebut memiliki SLHS. 

Provinsi dengan jumlah SPPG belum mendaftar SLHS terbanyak berada di Sumut dengan 252 dapur. 

"Data per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatera yang belum mendaftarkan SLHS," kata Harjito dalam keterangan pers, Sabtu (7/3/2026). 

Baca juga: Beri Siswa Menu MBG Roti Berjamur, SPPG di Padangsidimpuan Kena Batunya, Kini Ditutup BGN

MENU MBG BERJAMUR - Tangkapan layar menu MBG berjamur. Penampakan menu program MBG berjamur untuk siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
MENU MBG BERJAMUR - Tangkapan layar menu MBG berjamur. Penampakan menu program MBG berjamur untuk siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (TRIBUN MEDAN)

Ia mengatakan penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah penegakan standar keamanan dan kelayakan dapur dalam pelaksanaan Program MBG. 

Seluruh SPPG yang telah beroperasi diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi, termasuk melalui proses pendaftaran dan verifikasi SLHS di dinas kesehatan setempat.

"Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan," ujar Harjito. 

Harjito menegaskan bahwa BGN akan memberikan kesempatan bagi seluruh SPPG untuk segera melengkapi kewajiban administrasi dan standar sanitasi. 

"Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka," ucapnya. 

Karena itu ia mengimbau seluruh pengelola SPPG yang terdampak untuk segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk mempercepat proses pendaftaran SLHS. 

"Kami berharap SPPG dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar layanan dapat kembali berjalan dan manfaat program MBG tetap dapat dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Baca juga: DAFTAR 43 SPPG Ditutup BGN Imbas Menu MBG Tak Layak, Termasuk di Serdang Bedagai Sumut

Adapun, provinsi dengan jumlah SPPG belum mendaftar SLHS terbanyak berada di Sumatera Utara (Sumut) dengan 252 dapur, disusul Lampung 77 dapur, Aceh 76 dapur, Sumatera Barat 69 dapur, Riau 9 dapur, Kepulauan Riau 5 dapur, dan Bengkulu 4 dapur. 

Sementara dapur MBG di Jambi, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung tercatat sudah memiliki SLHS.

Wajibkan SPPG Posting Menu di Medsos

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved