Sumut Terkini
Pemkab Deli Serdang Kembali Lakukan Pendataan Warga Miskin, Beda dengan yang Dibuat Kemensos
Aplikasi warga miskin Deli Serdang ini akan dijadikan data warga tunggal kemiskinan Deli Serdang.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Pemkab Deli Serdang mulai kembali melakukan verifikasi warga miskin di daerahnya.
Meski dibawah jajaran Kementerian Sosial juga melakukan hal yang sama namun verifikasi yang dilakukan saat ini merupakan yang kesekian kalinya. Alasan verifikasi karena diyakini bisa lebih akurat lagi.
"Jadi nanti data warga miskin Deli Serdang itu kita buat berdasarkan surat keputusan Bupati supaya program bantuan itu lebih tepat sasaran. Kalau data berdasarkan aplikasi Kementerian Sosial itu ketika kita verifikasi di lapangan itu tidak akurat," ujar Kadis Sosial Deli Serdang, Yusnaldi, Selasa (24/2/2026).
Yusnaldi yakin hasil verifikasi yang dilakukan Pemkab ini bisa lebih akurat lantaran mereka sudah punya indikator sendiri berdasarkan keputusan Bupati.
Disebut ada 60 item pertanyaan yang akan diajukan untuk mengelompokkan itu. Selain itu yang diberdayakan untuk melakukan pendataan adalah warga setempat.
"Kalau warga setempat dia lebih kenal dan lebih paham. Umpamanya kunjungan pertama gak jumpa karena orangnya mungkin lagi jualan di pasar nah karena dia kenal dia bisa datang malam. Yang jelas kita melibatkan dan koordinasi sama pemerintah setempat," kata Yusnaldi.
Untuk petugas yang bekerja di lapangan, Yusnaldi bilang orang yang direkrut berdasarkan rekomendasi dari Kecamatan kemudian dilatih dan diberi tahu aplikasi yang sudah disiapkan dengan indikator-indikator sehingga bisa betul-betul akurat.
Aplikasi warga miskin Deli Serdang ini akan dijadikan data warga tunggal kemiskinan Deli Serdang.
Total ada sekitar 40 ribu Kepala Keluarga yang akan didatangi dengan jumlah jiwa 180 ribuan jiwa.
"Jadi datang yang ada ini merupakan warga miskin yang didata tahun sebelumnya. Selain itu juga ada usulan dari desa ditambah dari masyarakat yang berurusan langsung ke Dinsos untuk bermohon. Setelah data terkumpul nanti kita verifikasi lagi karena bisa saja nggak sinkron," sebut Yusnaldi.
Untuk pendataan dan verifikasi ini petugas dilepas secara simbolis mulai, Senin (23/2/2026).
Pada bulan Mei mendatang ditargetkan data yang akurat sudah bisa didapatkan.
Jangan sampai ada warga yang mendapatkan bantuan pemerintah tapi tidak tepat sasaran.
"Yang menerima PBI kemarin ternyata masyarakat itu punya mobil. Gak tepat sasaran (pendataan Kemensos).
Tapi memang data ini jugakan dinamis karena bisa saja baru dapat rezeki kemudian berubah statusnya.
Selain itu jugakan mungkin ada yang sudah pindah. Semua diverifikasi dan ada sekitar 300 an orang personil yang melakukan pendataan ini," sebutnya.
(dra/tribun-medan.com).
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Ini kata Pengamat |
|
|---|
| Terpidana Korupsi DJKA sebut Beri Uang Rp 425 Juta ke Ipar Jokowi, KPK Benarkan |
|
|---|
| Peneliti Telusuri Jejak Perjuangan Tn Raimbang Sinaga, Calon Pahlawan Nasional dari Simalungun |
|
|---|
| Pemkab Simalungun Kaji PMK Terbaru Soal Koperasi Merah Putih: Kita Hanya Pembinaaan Keuangan |
|
|---|
| Mahasiswi di Kisaran Disekap, Diduga Alami Kekerasan dan Pelecahan oleh Mantan Pacar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-miskin-di-Kecamatan-Lubuk-Pakam-begitu-antusias-berbelanja-di-lokasi-pasar-1.jpg)