Sumut Terkini
Sosok Pastor Walden Sitanggang, Berjuang Bersama Masyarakat Adat di Danau Toba, Lestarikan Alam
Selain uskup tersebut, sosok Pastor Hyginus Silaen juga aktif di wilayah Toba menyerukan agar perusahaan tersebut tutup.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE- Pastor Walden Sitanggang, OFM Cap hadir di tengah masyarakat adat yang tengah berjuang mendapatkan SK pengakuan dari pemerintah daerah di kawasan Danau Toba.
Sebagai seorang imam Katolik, ia memberikan diri kepada masyarakat adat yang kerap mengalami intimidasi dan kriminalisasi dari PT TPL.
Konflik berdarah pun terjadi.
Sejumlah lokasi di kawasan Danau Toba menjadi areal konsesi PT TPL yang di dalamnya terdapat masyarakat adat.
Saling klaim lahan menjadi pemicu konflik antara pihak PT TPL dengan masyarakat adat.
Misalnya, Komunitas Adat Punduraham Simanjuntak alami kekerasan fisik dari pihak PT TPL pada tanggal 18 Mei 2021 lalu.
Hal sama juga dirasakan masyarakat adat di tempat lainnya, misalnya Desa Sihaporas, Dolok Parmonangan, dan tempat lainnya.
Dengan melihat kondisi ini, Pastor Walden yang tergabung dalam Organisasi Justice, Peace, and Integration of Creation (JPIC) Kapusin Medan turun ke lapangan mendampingi masyarakat adat tersebut.
Ia tuturkan, soal pelestarian alam ini, gereja Katolik terus hadir dalam perjuangan masyarakat.
Misalnya, Mgr Pinus Batubara dan Pastor Hyginus Silaen, OFM Cap telah lama menyerukan soal pelestarian alam, khususnya saat hadirnya PT Inti Indorayon tahun 1986. Disebutkan, perusahaan ini berdiri pada tahun 1983.
Kehadiran korporasi setelah adanya program reboisasi di Tanah Batak menurutnya, seolah negara ditunggangi oleh korporasi untuk meraup untung.
Hasil reboisasi tersebut digunakan oleh korporasi sebagai bahan baku bagi produksi bubur kertas.
Setelah kayu reboisasi (pinus) ditebang, pihak PT Inti Indorayon menanam eukaliptus. Lahan yang digunakan untuk reboisasi adalah lahan masyarakat sekitar.
Beberapa tahun kemudian setelah adanya perlawanan masyarakat, akhirnya PT Inti Indorayon tutup pada tahun 1998.
Dengan alasan pencemaran Danau Toba dan konflik agraria, perusahaan yang bergerak bidang serat rayon dan bubur kertas tersebut akhirnya tutup.
| Kejati Sumut Teliti Dokumen Korupsi Jalan Tol Medan-Binjai yang Rugikan Negara Rp 1,1 Triliun |
|
|---|
| Penyekapan Mahasiswi di Asahan Dinilai Praktisi Hukum Sebagai Tindak Pidana Serius |
|
|---|
| ACFFEST Movie Day 2026 Hadir di Sumut, Gaungkan Antikorupsi Lewat Film dan Kolaborasi Komunitas |
|
|---|
| Gubsu Bobby Imbau ASN Tidak Liburan saat WFH, Ada Wacana Mobil Dinas Diparkirkan di Pemprov Sumut |
|
|---|
| Bobby Imbau ASN Tidak Liburan Saat WFH, Ada Wacana Mobil Dinas Diparkirkan di Pemprov Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pastor-Walden-Sitanggang-OFM-CAP-dari-Yayasan-JPIC-saat-mengawal-korban.jpg)