Ramadan 2026

Cara Menjaga Kebugaran di Bulan Puasa, Tips Olahraga dari Praktisi Pelatih Fisik Sumut

Menurut Don Juano, olahraga saat puasa tetap aman dilakukan selama disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN
Atlet gulat binaan KONI Medan saat melakukan latihan rutin di GOR Yayasan Sekolah Advent, Jalan Air Bersih, Kota Medan, beberapa waktu lalu. Berikut cara menjaga kebugaran saat berpuasa dan tips berolahraga.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Praktisi pelatih fisik Sumatra Utara (Sumut), Don Juano Tambunan, menegaskan bahwa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan bukan menjadi alasan untuk berhenti berolahraga. Justru, aktivitas fisik tetap penting dilakukan guna menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh selama berpuasa.

Menurut Don Juano, olahraga saat puasa tetap aman dilakukan selama disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Ia menekankan bahwa kunci utama adalah kemampuan mengenali batas fisik diri sendiri.

“Olahraga tetap bagus dilakukan pada saat menjalankan ibadah puasa, tidak ada masalah. Tapi sesuaikan dengan kondisi badan. Ukurannya adalah apakah kondisi badan kita siap untuk berolahraga,” jelasnya kepada Tribun Medan.

Ia menjelaskan, bagi mereka yang memang sudah terbiasa atau memiliki hobi berolahraga, aktivitas fisik tetap bisa dilakukan seperti biasa, hanya saja dengan intensitas yang dikurangi.

Tubuh yang sudah terlatih cenderung lebih mudah beradaptasi meski sedang dalam kondisi berpuasa.

Namun, penyesuaian tidak hanya pada latihan, melainkan juga pada pola makan. Don Juano mengingatkan pentingnya memperbaiki kualitas asupan nutrisi saat sahur dan berbuka.

“Intensitas latihan dikurangi, pola makanan juga harus lebih bagus lagi. Konsumsi nutrisi yang mencukupi saat sahur ataupun berbuka harus ditingkatkan. Jangan asal enaknya saja, tapi harus diimbangi kandungan gizinya,” jelasnya.

Ia menyarankan agar kebutuhan protein dan karbohidrat tetap terpenuhi, ditambah konsumsi buah dan sayuran untuk menjaga keseimbangan vitamin dan mineral.

Tak kalah penting, waktu istirahat juga harus cukup agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal.

Terkait jenis olahraga, Don Juano membagi rekomendasi menjadi dua kategori, yakni olahraga ringan dan latihan kekuatan (strength training).

Untuk masyarakat umum, aktivitas ringan seperti jogging atau jalan santai dinilai cukup aman dan efektif menjaga kebugaran.

Sementara itu, latihan beban atau nge-gym juga tetap diperbolehkan, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.

“Latihan strength tidak masalah, seperti nge-gym juga tidak apa-apa, tapi dikondisikan dengan kemampuan. Jangan terlalu berat,” katanya.

Ia menyarankan waktu latihan yang ideal adalah menjelang berbuka puasa atau sekitar pukul 17.00 WIB.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved