Sumut Terkini

154 Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Kepala BGN Sumut Minta Maaf, Beberkan Kronologi

Dari sejumlah foto yang beredar di sosial media, terlihat seratusan siswa itu sedang dirawat dan diinfus di rumah sakit.    

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
IST
Diduga Keracunan MBG- Sebanyak 154  siswa Sekolah Menengah Kejuruan HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi Sumatera Utara dirawat di Rumah Sakit, Selasa (10/2/2026). Mereka dirawat  diduga kareja  keracunan  Makanan Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sebanyak 154 siswa Sekolah Menengah Kejuruan HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) viral di Sosial Media.

Dari sejumlah foto yang beredar di sosial media, terlihat seratusan siswa itu sedang dirawat dan diinfus di rumah sakit.    

Menanggapi itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut T Agung Kurniawan membenarkan adanya seratusan siswa yang sedang dirawat di rumah sakit. 

"Jadi gini yang harus disampaikan ada  beberapa poin, yang pertama itu benar terjadi hal itu (siswa masuk rumah sakit)  tetapi  belum bisa  dikatakan disebabkan kontaminasi pangan," jelasnya Kepada Tribun Medan,Selasa (10/2/2026).

Hal itu dikarenakan, siswa tersebut memakan nasi MBG pukul 10.00-11.00 WIB. Sementara banyak anak-anak mulai mengeluh sakit pada malam hingga hari ini. 

"Kejadiannya itu pada Senin (9/2/2026) kemarin. Jadi pagi ke siang hari itu makan nasi MBG. Tapi siswa mulai kesakitan itu di malam hari. Kemudian, puncaknya pagi hari ini," jelasnya. 

Untuk itu,ia  belum bisa memastikan apakah itu penyebab penyakitnya dari MBG atau seperti apa.

"Sejauh ini juga hasil lab nya belum keluar. Karena sampel makanan sudah dibawa ke Labkesda Sumut Medan," katanya.

Dijelaskannya, lauk pada hari itu, ada ayam gulai, tahu goreng,selada, timun dan nasi putih.

Sementara berdasarkan medisnya, apabila ada kontaminasi makanan itu terjadi 3-4 jam setelah makan.

"Meski begitu, kami turut prihatin dan tetap jadi fokus Tim BGN Sumut untuk kesana besok. Kami minta maaf, apabila itu kejadian benar dari kami," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya seratusan siswa tersebut masih dirawat di rumah sakit. Sementara dapur MBG telah ditutup total.

"Kami masih nunggu hasil pemeriksaan  sampel makanan. Dan siswa juga masih sedang dalam perawatan semua. Sementara dapurnya per besok mulai ditutup," jelasnya.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved