Pastikan Berpuasa dengan Nyaman, Seluruh Penyintas Banjir Tempati Huntara Minggu Ketiga Februari
Apabila dalam minggu ketiga Februari, huntara belum selesai maka Bobby siap mencarikan hotel untuk para penyintas banjir.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution memastikan seluruh penyintas banjir bakal mendapatkan hunian sementara (huntara) pada minggu ketiga Februari 2026.
Dijelaskannya, penyintas banjir juga tidak akan selamanya tinggal di huntara. Mereka bakal mendapatkan hunian tetap (huntap).
Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pembelian lahan huntap, apabila daerah itu tidak memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunannya.
"Kami juga sepekan lalu, sudah sepakat untuk seluruh posko pengungsian, tidak ada lagi pengungsi, sebelum puasa atau selambatnya sebelum Hari Raya Idulfitri," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Apabila dalam minggu ketiga Februari, huntara belum selesai maka Bobby siap mencarikan hotel untuk para penyintas banjir.
"Bahkan kalau perlu kita bisa mencari hotel yang bisa disewa per bulan, untuk menampung bila masih ada warga di pengungsian," jelasnya.
Baca juga: Tito Karnavian Resmikan Huntara di Simarpinggan Tapsel, Sebut Pemerintah Sudah Bekerja Keras
Hal itu dilakukan, agar penyintas banjir bisa melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang. "Paling tidak mereka bisa menjalankan ibadah puasa dalam kondisi lebih baik," ucapnya.
Dilanjutkannya, Pemprov Sumut memastikan telah memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak bencana.
"Kita mempersiapkan dananya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana, seperti pembangunan hunian tetap. Jika belum ada lahannya, kami Pemerintah Provinsi akan menyiapkannya dengan anggaran provinsi," jelasnya.
Diketahui, Gubernur Bobby Nasution mendampingi Mendagri Tito Karnavian meninjau dan meresmikan huntap yang telah dihuni warga terdampak bencana di Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, Kamis (5/2/2026).
Peresmian huntara untuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Utara (Taput) dipusatkan di lokasi huntara Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel.
Saat ini, huntara tersebut telah ditempati masyarakat terdampak bencana sambil menunggu selesainya pembangunan hunian tetap (huntap) oleh pemerintah.
Dalam peresmian itu, Tito menyampaikan, selain di Sumut, sebagian besar huntara di sejumlah kabupaten terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat juga telah dihuni warga.
"Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran serta skema bantuan, baik untuk hunian per orangan mau pun perumahan," katanya.
Dirincikannya, bantuan perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan berat dengan besaran mulai dari Rp 15 - 60 juta per rumah.
| Respon Gubsu Bobby Soal Lambatnya Pembangunan Huntara dan Huntap di Tapteng |
|
|---|
| Kisah Penyintas Banjir Tapteng Bangun Huntara Mandiri dan Malam Takbiran dengan Kondisi Gelap Gulita |
|
|---|
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Beri Bantuan Korban Longsor, Bupati Tapsel Larang Warga Beternak di Huntara Simatohir |
|
|---|
| Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Korban Banjir Garoga di Huntara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-Satuan-Tugas-Percepatan-Rehabilitasi-dan-Rekonstruksi-PRR-Pascabencana.jpg)