Korban Banjir Tunggu Bantuan Uang Tunai, Kemensos Alokasikan Anggaran Rp 600 Miliar
Selain itu, sebanyak 320 KK yang terdampak bencana juga masih mengungsi di Tempat Pengungsian Simpang Tanah Merah, Kecamatan Tukka.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menjanjikan bantuan uang tunai untuk korban bencana Sumatera dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp 600 miliar.
Namun, hingga dua bulan pasca-bencana, penyintas banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah belum mendapatkan bantuan uang tunai tersebut.
Lurah Hutanabolon Kecamatan Tukka, Polma Pakpahan mengatakan, hingga saat ini belum ada satu pun warganya yang mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah.
Selain itu, sebanyak 320 KK yang terdampak bencana juga masih mengungsi di Tempat Pengungsian Simpang Tanah Merah, Kecamatan Tukka.
"Belum ada satu pun bantuan uang tunai yang diterima. Mungkin masih menunggu giliran. Ada 320 KK di kelurahan kami yang terdampak bencana. Semua masih mengungsi," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: SKEMA TERBARU Bantuan Korban Banjir Sumatera, Lauk Pauk Rp 15.000/Orang/Hari dan Perabotan Rp 3 Juta
Diakui Polma, ia juga sudah mendapat kabar, warganya akan menerima bantuan uang tunai berupa perbaikan rumah, uang tunjangan tiga bulan dan uang untuk keluarga yang korban meninggal. Namun belum ada satu pun yang terealisasi.
"Sudah dengar bantuan uang tunai itu ada beberapa pos. Seperti uang tunjangan dan lain-lain. Tapi memang belum ada yang kami terima satu pun. Mungkin menunggu giliran. Jadi kami pun tunggu ajalah, semoga bisa secepatnya cair," tuturnya.
Dikatakannya, dari sisi bantuan logistik dan makanan sudah terpenuhi. Hanya saja, warganya masih menunggu dan terus menagih bantuan uang tunai dari pemerintah.
"Kalau dari segi logistik, makanan, obat-obatan itu terpenuhi. Yang paling dibutuhkan warga sekarang bantuan uang tunai. Mereka masih menunggu itu segera cair," jelasnya.
Sementara, alasan 320 KK penyintas banjir masih di tempat pengungsian, kata Polma, karena seluruh rumah warganya habis di sapu banjir dan longsor.
"Itulah kemarin memang sudah diarahkan untuk huntara ke beberapa titik tapi jauh dari rumah lama mereka. Warga enggak mau. Jadinya Pemkab putuskan bangun huntara di area Tukka. Nah, mereka lagi menunggu juga huntara selesai," katanya.
Diakui Polma, saat ini pihaknya masih menunggu area lahan hunian tetap (huntap) dari pemerintah.
"Jadi diprediksi huntara itu selesai sebelum Ramadan. Tapi kalau huntap belum tau lahannya di mana. Masih menunggu," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati belum bisa memastikan berapa jumlah data warga Tapteng yang bakal mendapatkan bantuan uang tunai dari Kemensos.
Hal itu dikarenakan, pihaknya masih menunggu data dari BPBD Tapteng untuk ditandantangani oleh Bupati Tapteng Masinton.
Setelah ditandatangani, baru diserahkan ke BNPB. Diprediksi dalam waktu dekat data itu sudah bisa dirampungkan.
| Pencarian Korban Hilang akibat Banjir dan Longsor Berlaku hingga Masa Transisi Berakhir |
|
|---|
| 15 Daerah di Sumut Ajukan SK Pembangunan Rumah Korban Bencana |
|
|---|
| 15 Daerah Ajukan SK Pembangunan Rumah untuk Korban Bencana, Gubsu Bobby: Diproses Hari Ini |
|
|---|
| KORBAN Bencana Sumatera Bakal Terima Rp 10 Ribu Per Orang Selama 3 Bulan, Mensos: Lengkapi Isi Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mencegah-banjir-serta-menjaga-kebersihan-dan-kesehatan-lingkungan-masyarakat.jpg)