Harga Bahan Pokok Dipastikan Stabil, Stok Beras Sumut Surplus hingga 501.000 Ton

dari Program Jaskop tersebut, sepanjang tahun 2025 Sumut mengalami surplus beras. Produksi beras mencapai lebih dari 2.222.000 ton.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
DOKUMENTASI TRIBUN MEDAN
STOK BERAS - Ilustrasi stok beras di gudang Bulog Sumut. Menjelang Ramadan 2025 sejumlah bahan pokok jadi sorotan. Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Kanwil Sumut) pun sudah memberi keterangan resmi terkait stok beras sebagai komoditi utama pada Ramadan, Rabu (26/2/2025). 

Dikatakannya, Pemprov Sumut membangun 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 unit gudang penyimpanan di dua kabupaten sentra produksi cabai terbesar, yakni Batubara dan Karo pada tahun 2025 lalu.

“Ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pasca panen, menurunkan kehilangan hasil, serta menjaga stabilitas pasokan cabai sebagai komoditas strategis penyumbang inflasi,” ujarnya.

Kapasitas SDD mampu menampung hingga 2 ton cabai merah yang dikelola oleh kelompok tani penerima manfaat.

"Hal ini mengurangi risiko kehilangan pascapanen hingga 20 persen, serta meningkatkan pendapatan petani sampai 22 persen," katanya.

Selain itu, kata Dikky, Pemprov Sumut melalui BUMD juga melakukan pembelian dan penyaluran sebanyak 50 ton cabai merah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah di akhir tahun 2025 lalu.

“Langkah pembelian dan penyaluran kembali cabai merah ini terbukti efektif menstabilkan harga, di samping berbagai langkah cepat dan reaktif yang paralel dilakukan seperti operasi pasar murah dan pasar murah bergerak. Sehingga pada November 2025 angka inflasi Sumut turun menjadi 3,96 persen,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved