Sumut Terkini
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2026, Bulog Pastikan Stok Beras di Sumut Aman
Marga Taufik menegaskan bahwa Bulog masih terus menyalurkan beras ke pasar tradisional, ritel modern hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan pangan mulai mencuat seiring meningkatnya aktivitas mudik dan tradisi makan bersama keluarga.
Memastikan kebutuhan pokok tetap aman, Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen (Purn) TNI Marga Taufik, melakukan pengecekan langsung ke gudang Bulog di Medan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan stok pangan, khususnya beras, di wilayah Sumatera Utara menjelang periode Nataru.
Dalam peninjauan itu, Marga Taufik menegaskan bahwa Bulog masih terus menyalurkan beras ke pasar tradisional, ritel modern, hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama pihak terkait.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya terjadi peningkatan permintaan. Saya pastikan sendiri, stok Bulog masih terus dipasok ke pasar-pasar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa secara nasional, stok beras Bulog berada dalam kondisi sangat mencukupi, tidak hanya untuk kebutuhan Nataru, tetapi juga hingga menghadapi Ramadan tahun depan.
“Stok beras Bulog secara nasional masih sangat cukup,” katanya.
Soal kualitas, Marga memastikan beras yang disimpan di gudang Bulog dikelola sesuai standar. Pengelolaan dilakukan dengan menjaga sirkulasi udara, kelembaban, kebersihan gudang, serta pengendalian hama secara berkala.
“Beras Bulog dicek rutin oleh Kepala Gudang. Spraying dilakukan setiap 15 hari bila dibutuhkan, dan fumigasi menyesuaikan tingkat serta jenis serangan hama,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Pemimpin Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto. Ia menegaskan bahwa seluruh stok beras di gudang Bulog Sumut dirawat sesuai prosedur dan distribusi ke pasar berjalan lancar.
“Kami terus memantau harga dan ketersediaan pangan, terutama beras. Masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan Nataru aman melalui program SPHP, termasuk dukungan untuk bantuan bencana alam,” ujarnya.
Sebagai informasi, Bulog Kanwil Sumut saat ini memiliki 12 titik pergudangan yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, dengan total stok beras mencapai sekitar 41 ribu ton.
Stok tersebut disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama momentum akhir tahun.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Sidang PTPN, Pakar Hukum Tanah UGM sebut Negara Mesti Ganti Rugi soal Hak 20 Persen |
|
|---|
| Kejaksaan Agung Ganti Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Harli Siregar Diganti Muhibuddin |
|
|---|
| Gubernur Bobby Nasution Ungkap Fakta Warga Tapteng Minim Terima Bantuan Banjir |
|
|---|
| Pemprov Targetkan 6 Desa Anti Korupsi di Sumut Tahun Ini, Berikut Daftar Desanya |
|
|---|
| Gubsu Bobby Sebut Pemprov Masih Melakukan Pendataan Penyintas Banjir untuk Menempati Huntap Tapteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KESEDIAAN-BERAS-Wakil-Direktur-Utama-Perum-Bulog.jpg)