Angka Pengangguran dan Kemiskinan Menurun, Iklim Investasi Sumut Kondusif
PDRB Sumatera Utara triwulan III tahun 2025 menyumbang kontribusi tertinggi di Pulau Sumatera sebesar 23,58 persen.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumut mengeklaim angka pengangguran dan kemiskinan di Sumut mengalami penurunan pada tahun 2025.
Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumut triwulan III tahun 2025 sebesar 5,32 persen. Angka pengangguran tersebut turun dari tahun 2024 sebesar 5,6 persen.
"Pada Triwulan III tahun 2025, ekonomi Sumatera Utara tumbuh sebesar 4,55 persen secara year on year (YoY). Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang masih berjalan stabil. Dan angka pengangguran mengalami trend penurunan," jelasnya, Selasa (20/1).
PDRB Sumatera Utara triwulan III tahun 2025 menyumbang kontribusi tertinggi di Pulau Sumatera sebesar 23,58 persen.
Selain itu, persentase kemiskinan di Sumut juga masih mengalami tren penurunan pada Maret 2025 tercatat 7,36 persen di bawah target penurunan 2025 sebesar 7,46-6,96 persen.
"Sedangkan Gini Ratio Maret 2025 mencapai 0,295 poin dari target 0,305-0,303 poin. Angka ini menurun sebesar 0,011 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2024 dan juga turun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2024," terangnya.
Baca juga: PILU Akibat Kemiskinan, Seorang Ibu Tewas Membusuk di Rumah, 2 Anaknya Lemas, Cuma Minum Air Sebulan
"Sumatera Utara juga mampu mengendalikan inflasi tahun 2025 yang berhasil ditekan dari 5,32 persen pada September (year on year/yoy) menjadi 3,96 persen pada November 2025," katanya.
Poppy menjelaskan, untuk mengendalikan inflasi di Sumut, Pemprov Sumut telah merumuskan kebijakan pengendalian inflasi jangka menengah yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/839/KPTS/2025 tentang Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumut Periode 2025–2027.
"Kebijakan ini mengusung strategi 4K untuk pengendalian inflasi yakni, Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif," ucapnya.
Sepanjang tahun 2025, Pemprov telah membangun iklim investasi Sumut yang kondusif.
"Dengan persentase peningkatan investor yang berinvestasi di Sumut sebesar 53,5 persen dengan peningkatan nilai investasi sebesar 25 persen," tuturnya.
Selain itu, kata Poppy, Pemprov telah melakukan penguatan ekosistem ekonomi dengan mendukung kemajuan UMKM.
"Hal ini terlihat dari capaian tahun 2025 yang menunjukkan dari 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) telah terindentifikasi 328 usulan titik lahan, dengan 4.613 koperasi (75,62 persen ) telah terdaftar pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
| Angka Kemiskinan Sumut Masuk 17 Terendah, Jadi Tantangan Buat Pemprov |
|
|---|
| Wakil Gubernur Sumut Gelar Rakor Inflasi dan Kemiskinan di Sumut |
|
|---|
| DAFTAR Angka Pengangguran 2025 di ASEAN, Indonesia Paling Tinggi, Usia Muda Mencapai 3,6 Juta |
|
|---|
| BPS Catat Kemiskinan di Sumut Turun Drastis, Berikut Datanya |
|
|---|
| Penurunan Angka Kemiskinan di Sumut Tertinggi di Indonesia, Pj Gubernur : Kita Berhasil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Biro-Perekonomian-Sumut-Poppy-Marulita-Hutagalung-saat.jpg)