Angka Kemiskinan Sumut Masuk 17 Terendah, Jadi Tantangan Buat Pemprov
Berdasarkan data, persentase kemiskinan Sumut mencapai 7,24 persen. Lebih rendah dibandingkan angka nasional 8,25 persen.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumut angka persentase kemiskinan di Sumut lebih rendah dibandingkan angka nasional. Angka kemiskinan di Sumut termasuk posisi ke 17 terendah di Indonesia.
Berdasarkan data, persentase kemiskinan Sumut mencapai 7,24 persen. Lebih rendah dibandingkan angka nasional 8,25 persen.
Sekretaris Dinas Sosial Fachrizal Nasution mengatakan, secara nasional, angka kemiskinan di Sumut tidak masuk 10 besar tertinggi.
"Angka kemiskinan di Sumut saat ini 7,24 persen. Tidak masuk 10 besar tertinggi. Tetapi angkanya berada di posisi 17 terendah secara nasional,"jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
Menanggapi itu, Pengamat Sosial Sumut Suryadi mengatakan, meski sudah berada di urutan 17, masih banyak tantangan Pemprov Sumut untuk mengentaskan kemiskinan.
"Angka kemiskinan di Sumut yang berada di urutan 17 menunjukkan masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Meski pun tidak berada di posisi terendah, hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih dalam penanganan kemiskinan," jelas Dosen Universitas Sumatera Utara, saat dikonfirmasi Tribun Medan, Jumat (27/2/2026).
Dikatakannya, Pemprov Sumut tetap harus melihat beberapa faktor yang menjadi penyebab kemiskinan lalu segera memperbaiki dengan program yang lebih efektif.
Baca juga: Data BPS Pernah Diragukan soal Jumlah Kemiskinan, Kini Terbukti pada Kondisi Nenek Wilhelmina
"Dari kacamata sosial, penting untuk melihat data secara menyeluruh. Jika angka kemiskinan di Sumut menunjukkan tren menurun, itu adalah kabar baik yang menunjukkan keberhasilan program-program pemerintah dan masyarakat. Namun, jika meningkat, itu bisa menjadi indikasi adanya masalah struktural yang perlu ditangani," jelasnya.
Selain itu, menurutnya, pemerintah juga perlu memperbaiki data bantuan sosial. Tujuannya, agar bantuan bisa terbagi secara merata.
"Melakukan audit terhadap penerima bantuan sosial untuk memastikan bantuan tepat sasaran (verifikasi dan validasi penerima bansos, dan lain-lain)," katanya.
Hal yang harus dibenahi lainnya adalah, meningkatkan program-program yang bisa menurunkan angka kemiskinan.
"Seperti meningkatkan Program Pendidikan dan Pelatihan. Bisa difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap menghadapi pasar kerja," jelasnya.
Diketahui, berdasarkan catatan Tribun Medan, sejauh ini ada banyak program Pemprov Sumut untuk angka kemiskinan di Sumut.
Misalnya, sejumlah program dari Dinas Sosial Sumut melalui program makro masyarakat produktif. Mulai dari memberikan dan melatih keterampilan warga Desil I, II, dan III. Seperti keterampilan memasak, membuka usaha pangkas rambut dan lain-lain.
Kemudian, ada program kelompok usaha bersama. Program ini berbeda dengan yang pertama, jika yang pertama untuk individu, program kedua ini untuk kelompok.
| Angka Pengangguran dan Kemiskinan Menurun, Iklim Investasi Sumut Kondusif |
|
|---|
| Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Capai 0,80 Persen di Tahun Ini |
|
|---|
| Penurunan Angka Kemiskinan di Sumut Tertinggi di Indonesia, Pj Gubernur : Kita Berhasil |
|
|---|
| Wabup Sebut Angka Kemiskinan di Kabupaten Deliserdang Terus Mengalami Penurunan Dua Tahun Terakhir |
|
|---|
| Jumlah Warga Miskin Indonesia Meningkat Jadi 26 Juta Orang, Kemenkeu: Akibat Perang Rusia-Ukraina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-miskin-di-Kecamatan-Lubuk-Pakam-begitu-antusias-berbelanja-di-lokasi-pasar-1.jpg)