Sumut Surplus Padi 500 Ton, Gubernur Bobby Raih Penghargaan dari Presiden Prabowo

Menanggapi penghargaan itu, Bobby Nasution mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowoa atas apresiasi tersebut.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Anugrah Nasution
Lahan pertanian milik petani di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai rusak dan mati karena terendam banjir, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI Prabowo Subianto, karena Sumut mengalami surplus lebih dari 500 ton.

Penghargaan itu bukan hanya diberikan kepada Bobby Nasution, tetapi juga ke sejumlah pejabat daerah di Indonesia. Penghargaan ini diterima Bobby, pada panen raya dan pengumuman swasembada di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Menanggapi penghargaan itu, Bobby Nasution mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowoa atas apresiasi tersebut.

"Iya terima kasih, kerja keras ini bukan dari kami saja. Tapi dari hasil kerja keras seluruh kabupaten kota. Kita menerima penghargaan, karena kita surplus penyumbang dari swasembada pangan. Untuk beras kita surplus lebih dari 500 ton di Sumut," ucapnya, Jumat (9/1/2026).

Dijelaskannya, pasca bencana ini, selain pembangunan huntap dan huntara, fokusnya juga untuk segera memperbaiki lahan pertanian.

"Walau pun ini daerah dampak bencana, ini bagian dari penyumbang hasil beras dan gabah, perbaikan menjadi fokus utama kita. Karena Sumut menjadi salah satu lumbung pangan," katanya.

Baca juga: Panen Jagung di Sipirok, Brimob Polda Sumut Kawal Target Swasembada Pangan 2026

 Sejauh ini, kata Bobby, data perbaikan lahan sudah dikirim ke pemerintah pusat. Namun, memang data akan di update terus perkembangannya.

"Sudah kita data dan sebagian sudah kita kirimkan. Dan kita update terus karena ada daerah yang baru bisa data," tuturnya.

Diterangkannya, seluruh kerugian lahan persawahan akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

" Untuk kerusakan sawah juga dikategorikam sama seperti pendataan huntap dan huntara mulai dari kategori ringan, sedang, dan berat," ucapnya.

Sebelumnya, Bobby Nasution mengungkapkan lebih dari 43.000 hektare lahan pertanian masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumut.

"Ada 43 ribu ha lebih dengan total kerugian masyarakat Rp 1,48 triliun,” kata Bobby saat diwawancarai di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Jumat (19/12/2025).

Bobby menyampaikan, Kementerian Pertanian telah menegaskan komitmennya untuk membantu pemulihan lahan pertanian tersebut saat kunjungan ke Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Baik bibit, alsintan yang terdampak, dan juga areal lahan yang sudah tertutup tumpukan material sehingga harus membuka areal lahan persawahan baru,” ucap Bobby.

Dikatakannya, pemerintah pusat juga akan membantu pembukaan areal persawahan baru melalui program cetak sawah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved