Natal dan Tahun Baru 2026

Natal di Tengah Luka, Begini Umat Katolik Huta Godang Merayakan Natal setelah Banjir Bandang

suasana haru menyelimuti Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Huta Godang yang sempat luluh lantak akibat terjangan banjir bandang.

TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
NATAL - Suasana Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Huta Godang, Batangtoru jelang perayaan malam Natal, Rabu (24/12/2025). Perayaan malam Natal akan diadakan sederhana pascabanjir bandang. 

TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU – Menjelang perayaan Natal 2025, suasana haru menyelimuti Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Huta Godang yang sempat luluh lantak akibat terjangan banjir bandang.

Lektor gereja, Tom Sarlin Simanullang, mengenang kembali peristiwa mencekam pada 25 November lalu saat air dan material kayu menghantam rumah ibadah mereka.

Meski kondisi bangunan belum sepenuhnya pulih, umat tetap bertekad melaksanakan ibadah sebagai bentuk pengharapan dan rasa syukur di tengah cobaan yang berat.

Kenangan Kelam Saat Gereja Terhantam Material Banjir

  • Sebuah mobil sempat tersangkut dan terpalang persis di depan pintu masuk utama gereja saat banjir terjadi.
  • Kayu-kayu gelondongan berukuran besar hanyut terbawa arus hingga masuk dan merusak bagian dalam bangunan.
  • Area altar hancur berantakan, termasuk patung Bunda Maria dan patung Yesus yang ditemukan tergeletak di antara lumpur.
  • Bangunan samping gereja hanyut terbawa arus, sehingga panitia harus memasang tenda darurat sebagai ruang tambahan bagi umat.

Persiapan Misa Natal yang Sederhana dan Khidmat

Tom Sarlin mengungkapkan bahwa pelaksanaan Misa Malam Natal pada Rabu (24/12/2025) akan dipimpin oleh Pastor Karmel dari Pinangsori mulai pukul 18.00 WIB.

Perayaan tahun ini dirancang secara sangat sederhana dan jauh dari kesan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya karena kondisi ekonomi jemaat yang sedang sulit.

Sebanyak 220 jemaat diperkirakan akan hadir untuk berdoa bersama, meskipun beberapa fasilitas gereja yang rusak hanya diperbaiki atau diganti seadanya agar layak digunakan.

Bagi warga Huta Godang, perayaan Natal 2025 menjadi momentum untuk saling menguatkan di tengah upaya mereka bertahan hidup pascabencana yang melumpuhkan desa.

Kondisi fisik gereja yang dipaksakan untuk digunakan mencerminkan semangat spiritual umat yang tidak padam meski harta benda mereka telah hilang diterjang banjir.

Umat berharap melalui doa Natal ini, kasih Tuhan senantiasa menyertai proses pemulihan desa dan memberikan kekuatan bagi setiap keluarga yang sedang berjuang membangun kembali kehidupan mereka.

(ase/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved