Akibat Diterjang Banjir, Jembatan Gantung di Batubara Nyaris Ambruk

Jembatan yang tergantung di atas Sungai Bahapal, menghubungkan Desa Kandangan dan Desa Sei Simujur kini tampak miring

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
NYARIS AMBRUK - Jembatan gantung di Desa Kandangan, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batubara nyaris ambruk diduga diterjang banjir. 

TRIBUN-MEDAN.com, LIMAPULUH - Jembatan gantung di Desa Kandangan, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batubara nyaris ambruk, diduga diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Jembatan yang tergantung di atas Sungai Bahapal, menghubungkan Desa Kandangan dan Desa Sei Simujur kini tampak miring hingga membahayakan masyarakat yang melintas.

Warga kini dibuat ekstra hati-hati untuk melintasi jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan ini menjadi satu-satunya akses bagi anak sekolah menimba ilmu.

Ani, salah seorang warga, mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang semakin miring hingga dapat membahayakan warga melintas.

"Anak sekolah sering melintasi ini. Karena jembatan miring, sungainya juga sangat lebar dan dalam," kata Ani, Kamis (11/12/2025). Ia berharap, jembatan itu segera diperbaiki sebelum memakan korban bahkan menghilangkan nyawa.

Sementara Kepala Desa Kandangan, Suratmin mengaku, jembatan gantung tersebut miring setelah diterjang banjir besar beberapa waktu lalu.

Baca juga: MIRIS, TPS Seksama Jembatan Overload Sampah, Kinerja Dinas LH Disorot, Warga Resah

"Banjir besar membawa kayu dan menghantam jembatan tersebut. Sehingga, mengakibatkan jembatan ini menjadi miring dan nyaris putus," ungkap Kades Kandangan, Suratmin.

Setidaknya ada 1.600 warga dari 10 dusun akan terisolir jika jembatan gantung itu terputus.

"Memang ada akses lain, tapi mutar hingga 7 Kilometer. Itupun melalui perkebunan yang jalannya rusak parah," ujarnya.

Suratmin minta kepada Gubernur Sumut untuk segera membangun jembatan permanen agar masyarakat tidak lagi khawatir.

"Warga Desa Kandangan, meminta agar jembatan ini dibangun permanen agar aman dan tidak lagi khawatir untuk melintasi ini. Kalau putus, warga bisa terisolir," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved