Berita Medan

MIRIS, TPS Seksama Jembatan Overload Sampah, Kinerja Dinas LH Disorot, Warga Resah

Kondisi overload ini disebut sebagai limpahan sampah pascabanjir yang melanda Kota Medan pekan lalu.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
IST/PEMKO MEDAN
Pemandangan memprihatinkan terlihat di TPS Seksama, tepat di bawah Jembatan Jalan Nawi Harahap, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Rabu (10/12/2025).  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pemandangan memprihatinkan terlihat di TPS Seksama, tepat di bawah Jembatan Jalan Nawi Harahap, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Rabu (10/12/2025). 

Gunungan sampah mengular di tepi Sungai Denai, menyisakan aroma menyengat dan visual yang bikin geleng kepala.

Kondisi overload ini disebut sebagai limpahan sampah pascabanjir yang melanda Kota Medan pekan lalu.

Situasi itulah telah menjadi sorotan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat mengetahui kondisi itu.

Saat itu Rico  didampingi, Plt Kadis Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Gibson Panjaitan menyoroti kinerja Kadis Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, dan Camat Medan Denai Tommy P. Sidabalok.

Rico tampak geram melihat penumpukan sampah yang dibiarkan menggunung. Ia menegaskan penanganan tidak boleh lagi bertele-tele.

“Jangan lama kali dikerjakan, sudah harus jalan gerak bersihkan, angkat. Yang didahulukan itu gang-gang dan jalan-jalan,” tegasnya, memastikan pembersihan dimulai dari area permukiman warga.

Menurut Rico, kawasan TPS Seksama ini memang menjadi jalur tampungan sampah dari dua kelurahan, Menteng dan Binjai. Akibat banjir, volume sampah melonjak tajam dan tak tertangani optimal.

Karena itu, ia memerintahkan seluruh jajaran terkait bergerak cepat.

Pengangkutan ke TPA harus dipercepat, dikerjakan bersama pihak kecamatan, Dinas SDA BMBK, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Rico bahkan memasang target ketat.

“Dua hari harus beres. Satu sampai dua hari ke depan ini sudah harus selesai,” ujarnya menutup.

Warga berharap instruksi ini benar-benar dijalankan.

Sebab, kondisi TPS Seksama bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

"Lambat kali Dinas Kebersihan Lingkungan angkat sampah. Baunya nyengat dan jadi sumber penyakit ke warga," kata Zainuddin warga setempat. 

(Dyk/Tribun-Medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved