Banjir dan Longsor di Sumut
Tanjung Pura Masih Terendam Banjir, Masyarakat Sebut Benteng Jebol dan Perlu Normalisasi Sungai
Lanjut Hadad, hal ini yang diduga menjadi salahsatu penyebab air belum juga surut di Tanjung Pura sampai saat ini.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT- Persoalan banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga hari ke-10 belum juga usai.
Banjir yang masih merendam beberapa titik diwilayah Kecamatan Tanjung Pura, masih setinggi sedengkul hingga sepinggang orang dewasa.
Menurut Hadad Rivanda warga Jalan Musyawarah, banjir yang masih merendam rumah masyarakat di Kecamatan Tanjung Pura, disebabkan jebolnya beberapa benteng Sungai Batang Serangan.
"Kondisi hari ini beberapa titik benteng sungai jebol di Jalan Udang," ujar Hadad, Jumat (5/12/2025).
Lanjut Hadad, hal ini yang diduga menjadi salahsatu penyebab air belum juga surut di Tanjung Pura sampai saat ini.
"Kalau dibilang surut, tidak terlalu signifikan. Karena air sungai masih terus melimpah ke permukiman rumah masyarakat," kata Hadad.
Tak hanya benteng yang jebol, Sungai Batang Serangan yang melintas di Kecamatan Tanjung Pura, perlu dinormalisasi atau dikeruk.
"Kalau dinormalisasi itu pasti. Karena tak banjir pun, air sungai sudah dekat dengan jembatan, bahkan nyaris melimpah ke permukiman masyarakat," kata Hadad.
"Jadi gak heran aja, kalau sudah volume air sungai tinggi, pasti melimpah dan benteng pada jebol," sambungnya.
Hadad bersama masyarakat Tanjung Pura lainnya pun berharap, agar pemerintah kabupaten ataupun provinsi agar segera mengatasi masalah jebolnya benteng dan normalisasi sungai.
"Saat ini fokus kita bisa untuk memperbaiki benteng yang jebol. Biar air sungai tidak terus masuk ke permukiman masyarakat. Setelah itu, bisa lah sudah dilakukan normalisasi, agar kejadian banjir besar ini tidak terulang lagi dimasa akan datang," ucap Hadad.
Sementara itu, wartawan masih berupaya mendapatkan jawaban dari pihak terkait atas jebolnya benteng Sungai Batang Serangan di Kecamatan Tanjung Pura.
Dikabarkan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Langkat melakukan rapat evaluasi pelaksaan tanggap darurat penangan banjir.
Pemkab Langkat telah mempanjang status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Tak hanya itu, pemkab melakukan penguatan koordinasi antara posko induk dan posko kecamatan.
Selanjutnya percepatan distribusi logistik ke seluruh titik pengungsian. Penambahan personel dan peralatan evakuasi di wilayah yang masih tergenang. Pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum sebagai dasar penetapan masa pemulihan.
Rapat ini digelar untuk memastikan seluruh langkah penanganan bencana di 16 kecamatan terdampak berjalan cepat, terarah, dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta pemerintah pusat melalui BNPB.
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BENTENG-JEBOL-Suasana-salahsatu-benteng-yang-jebol.jpg)