Banjir dan Longsor Tapteng

Jenguk Korban Banjir Bandang Batangtoru, Gus Irawan: Cukupkan Bencana di Bumi Dalihan Natolu

Kehadiran Gus Irawan di Batangtoru baru bisa terealisasi setelah akses jalan yang tertimbun longsor di Angkola Barat bisa dilalui.

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com/Azis Husein Hasibuan
KUNJUNGI PENGUNGSI - Bupati Tapsel Gus Irawan saat mengunjungi pengungsi korban banjir bandang di Puskesmas Batangtoru, Kamis (28/11/2025). Ia meminta warga bersabar dalam musibah ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU- Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu akhirnya turun Batangtoru.

Kehadiran Gus Irawan di Batangtoru baru bisa terealisasi setelah akses jalan yang tertimbun longsor di Angkola Barat bisa dilalui.

Gus Irawan tiba di Puskesmas Batangtoru pukul 22.00 WIB, Kamis (27/11/2025). Di sini, ia bertemu dan melihat langsung warganya--pengungsi korban banjir bandang Garoga, Huta Godang dan Aek Ngadol.

Gus Irawan bertegur sapa dengan pengungsi. Ia juga memastikan penyaluran logistik berjalan dengan baik. Serta mengetahui kebutuhan mendesak bagi warga terdampak bencana.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Gus Irawan bersama rombongan berpamitan dengan pengungsi di puskesmas, lalu melanjutkan kunjungannya ke Batu Hula.

Di sini, ada seratusan pengungsi dari tiga desa terdampak banjir bandang Batangtoru.Gus Irawan langsung menyapa dan menyalami warga sembari berjalan menuju ke tenda pengungsian.

Di dalam tenda pengungsian, Gus Irawan berbincang dengan warga, dan mendengarkan keluhan maupun saran dari masyarakat.

Kepada masyarakat, Gus Irawan meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi musibah tersebut. 

Kemudian, Gus Irawan juga memastikan Pemkab Tapsel senantiasa berupaya melakukan penanganan yang optimal terhadap bencana yang melanda wilayahnya.

Diketahui, sebanyak 13 kecamatan yang tersebar Tapsel dilanda bencana antara lain banjir, longsor dan pohon tumbang pada Selasa (25/11/2025). Bencana ini disebabkan tingginya curah hujan sejak Senin (24/11/2025).

Sampai kemarin malam, bencana ini telah merenggut 32 nyawa, kemudian puluhan orang luka berat dan ringan, sekitar lima ribuan orang mengungsi, serta merusak rumah, fasilitas umum seperti infrastruktur daerah maupun status nasional. 

Hingga sore ini korban meninggal bertambah lagi di Batu Godang Kecamatan Sangkunur 9 orang, sehingga total mencapai 41 orang. 

"Semoga korban meninggal mendapat tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan tawaqqal dalam lindunganNya," kata Gus Irawan.

"Demikian juga saudara-saudara kita korban bencana diberi kekuatan oleh Allah SWT, dan kiranya Tuhan cukupkanlah bencana di Bumi Dalihan Na Tolu Tapanuli Selatan," ucapnya lagi.

(ase/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved