Banjir dan Longsor Tapsel
Daftar 13 Jalan Putus dan Longsor di Tapsel, Batangtoru Terisolasi, Sipirok-Angkola Barat Lumpuh
Info jalan putus dan longsor dampak bencana alam di Tapanuli Selatan. Dari 15 kecamatan, 13 kecamatan terdampak langsung.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, TAPSEL - Info jalan putus dan longsor dampak bencana alam di Tapanuli Selatan. Dari 15 kecamatan, 13 kecamatan terdampak langsung.
Sejumlah akses jalan nasional dan jalan penghubung antar-kecamatan terputus total. Berikut kondisi ringkas tiap wilayah terdampak:
1. Batangtoru – akses jalan putus total, banjir dan longsor meluas.
2. Angkola Barat – longsor di jalur lintas nasional; akses Padangsidimpuan–Batangtoru terputus.
3. Sipirok – banjir dan longsor di banyak titik, akses menuju Tapanuli Utara lumpuh total.
4. Angkola Sangkunur – jalan nasional putus di sekitar Danau Siais, akses menuju Madina terputus.
5. Angkola Selatan – jalan hotmix amblas, sejumlah wilayah terisolir.
6. Sayurmatinggi – banjir merendam desa-desa, akses ke Madina via Aek Sijorni terputus.
7. Muara Batangtoru – akses satu-satunya menuju jalan nasional terputus.
8. Marancar – banjir dan longsor memutus akses Batangtoru–Sipirok.
9. Angkola Timur – longsor di beberapa titik.
10. Batang Angkola – banjir merendam rumah warga dan persawahan.
11. Angkola Muaratais – kawasan permukiman dan sawah digenangi banjir.
12. Arse – pembangkit listrik tenaga mikrohidro hanyut; longsor terjadi di beberapa titik.
13. Tano Tombangan – banjir, longsor, hingga pohon tumbang ke area sekolah; beberapa jalan terisolasi.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah masih bekerja untuk membuka akses dan mengevakuasi warga. Kondisi medan yang terisolasi menjadi tantangan utama, terutama di wilayah-wilayah pegunungan.
BPBD Tapsel menyebut jumlah pengungsi masih terus bertambah, dan pendataan dilakukan di beberapa posko darurat.
20 tewas, 18 di Batangtoru
Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Tapsel terus bertambah.
Hingga Rabu malam, (26/11/2025), total 20 orang dilaporkan meninggal dunia.
Dari data yang dihimpun pemerintah daerah, Kecamatan Batangtoru menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 18 orang.
Sementara satu korban meninggal ditemukan di Kecamatan Sipirok, dan satu lainnya di Kecamatan Angkola Barat.
Bupati Turun ke Lapangan di Tengah Guyuran Hujan
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu turun ke lapangan.
Ia memantau penanganan bencana sejak Rabu malam hingga menjelang dini hari, meski hujan tak kunjung reda.
Gus Irawan mengenakan mantel hujan dan sepatu mengendarai motor trailmenembus akses-akses yang terputus akibat longsor dan banjir.
Ia memantau situasi di Kecamatan Sipirok ditemani Sekretaris Daerah, Sofyan Adil.
Di tengah pemantauan, Gus Irawan menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi warga saat ini adalah logistik.
“Kita utamakan logistik dulu supaya warga tidak ada yang kelaparan. Untuk titik yang sulit dijangkau, kemungkinan akan kita kirim menggunakan helikopter,” kata Gus Irawan.
(ase/ Tribun-medan.com)
| Warga Benteng Batangtoru Minta Bantu Alat Berat, Rumah Jadi Aliran Sungai |
|
|---|
| Terbawa Arus dan Terlepas dari Genggaman, Cerita Pilu Risna Berpisah dari Cucu karena Banjir Bandang |
|
|---|
| 19 Korban Meninggal Banjir Bandang Batangtoru, 113 Orang Terluka dan Masih Jalani Perawatan |
|
|---|
| 8 Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor Tapsel, Ribuan Orang Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-bandang-tapsel-tribunmedan.jpg)