Banjir dan Longsor Tapteng
Jalan Tertimbun Longsor, Bupati Masinton Pasaribu Tertahan Dua Hari di Taput saat Menuju Tapteng
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu tertahan di Taput tepatnya di Desa Lobu Pining, Kecamatan Adiankoting saat ingin kembali ke Tapteng.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Bupati Tapteng Masinton Pasaribu tertahan di Taput tepatnya di Desa Lobu Pining, Kecamatan Adiankoting saat ingin kembali ke Tapteng kemarin, Selasa (25/11/2025).
Ia kembali ke Tapteng setelah menyelesaikan tugas perjalanan dinas di Medan. Rombongannya sebanyak 5 mobil tiba-tiba tertahan saat menuju Tapteng karena sejumlah titik alami longsor.
Material longsoran timbun jalanan hingga kendaraan pelintas tak bisa melanjutkan perjalanan.
Dari tinjauan pihak Polres Taput, puluhan titik longsor berada di sepanjang jalan antara Kabupaten Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah tepatnya di Kecamatan Adiankoting.
"Akses ini merupakan penghubung antara Kota Tarutung dan Sibolga. Maka, ketika akses mengalami longsor di sejumlah titik akibat cuaca ekstrim sejak Minggu kemarin, sehingga akses tersebut lumpuh total," terang Bupati Tapteng Masinton Pasaribu di Lobu Pining I, Kecamatan Taput hari ini, Rabu (26/11/2025).
Saat melintas dari Taput, pihaknya telah melewati longsoran sebanyak tiga titik. Tepat pada titik keempat, mereka benar-benar tertahan.
Material longsoran membuat kendaraan tertahan. Kelima mobil tersebut berupaya berbalik arah.
Empat diantaranya berhasil berbalik arah, sementara mobil yang digunakan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu tak sempat berbalik arah. Masinton akhirnya meninggalkan mobil tersebut.
"Dengan demikian, kami kesulitan yang ingin masuk ke Tapteng dan yang keluar dari Tapteng. Di berbagai titik terjadi longsor dan materialnya timbun jalanan. Akses jalan putus total," sambungnya.
"Ya, tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, kami berupaya menembus akses hingga ke Tapteng. Namun, dalam perjalanan, ada beberapa titik yang mengalami longsor. Dari titik pertama hingga ketiga, kami masih bisa membersihkan material longsor sehingga kami bisa lanjut jalan," terangnya.
Setelah diperiksa esok harinya, kondisi mobil tersebut bergeser dari lokasi awal dan alami kerusakan.
"Selanjutnya, pada titik keempat, kami rombongan ada sebanyak 5 mobil. Yang cepat bisa berbalik arah hanya 4 mobil yang bisa berbalik arah. Maka, hanya satu mobil yang tertinggal," lanjutnya.
"Mobil yang kami tinggal tersebut, kami tinjau pada pagi hari dan melihat kondisinya sudah rusak. Sejak kemarin sore, kita masih bertahan di sini karena akses jalan tertutup oleh material longsor," terangnya.
Sembari menunggu akses jalanan bisa dilalui kendaraan, ia juga setia memperhatikan proses pembersihan material longsoran tersebut. Sejumlah alat berat sedang bekerja membersihkan material longsoran tersebut.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| PDIP Turunkan Tim Medis di Tengah Luka Bencana Tapteng, Rapidin: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat |
|
|---|
| Hampir Tiga Pekan Pascabanjir Bandang, Penyintas di Tapanuli Tengah Masih Krisis Pakaian |
|
|---|
| Tak Ada Bantuan Baju Laki-laki, Penyintas Banjir Pria di Tapteng Terpaksa Kenakan Busana Perempuan |
|
|---|
| Tiga Bersaudara di Tapanuli Tengah Terus Mencari Ibu yang Hilang Tersapu Banjir Bandang |
|
|---|
| Meski Getir Rumah Hancur Disapu Banjir, Susiani Masih Berkali-kali Ucap Syukur Keluarganya Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Tapteng-mengisahkan-perjalanannya-yang-tertahan-di-Taput.jpg)